DPR Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Konflik Iran-Israel

- Minggu, 01 Maret 2026 | 05:45 WIB
DPR Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI dan Perkuat Diplomasi di Tengah Konflik Iran-Israel

Ledakan mengguncang beberapa kota di Iran, dari Isfahan hingga Teheran. Menanggapi serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera bertindak. Prioritas utamanya jelas: keselamatan Warga Negara Indonesia yang berada di wilayah konflik.

"Kita harus siaga," tegas Dave saat dihubungi Minggu (29/2/2026).

Dia menekankan pentingnya menyiapkan berbagai rencana kontigensi untuk mengevakuasi WNI kita, apalagi jika situasi malah makin panas dan tak terkendali.

Namun begitu, evakuasi bukan satu-satunya langkah yang dia harapkan. Dave juga mendorong pemerintah untuk ikut andil dalam upaya penyelesaian konflik. Caranya? Tentu lewat jalur diplomasi dan dialog, sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selalu dipegang Indonesia.

"Sementara dari perspektif diplomasi, kita konsisten mendorong penyelesaian damai," jelasnya lebih lanjut.

Prinsip itu berarti Indonesia harus terus menyerukan penghormatan pada hukum internasional dan kedaulatan negara. Penyelesaian sengketa tanpa kekerasan adalah kunci.

Dia mengakui, eskalasi militer seperti ini punya konsekuensi yang luas. Tapi justru karena itulah Indonesia perlu tetap tenang, berpegang pada diplomasi, dan menjaga stabilitas dalam negeri. Kerja sama internasional juga harus diperkuat agar kita tidak terseret dalam arus konflik berkepanjangan.

Dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Dave khawatir situasi panas di Timur Tengah ini akan bikin jalur perdagangan global, khususnya untuk sektor energi, jadi tak menentu. Pemerintah diminta segera mengambil langkah antisipatif agar gejolak di sana tidak sampai menggoyang perekonomian dalam negeri.

Ada satu hal lagi yang dia waspadai. Dari sisi keamanan, konflik semacam ini berpotensi memicu resonansi politik dan ideologis di berbagai belahan dunia.

"Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar, perlu menjaga ketenangan masyarakat," pungkas Dave.

Perbedaan pandangan yang muncul harus dikelola dengan bijak. Jangan sampai malah berkembang jadi polarisasi yang ujung-ujungnya merugikan persatuan bangsa.

Sebagai informasi, serangan AS dan Israel terjadi pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Iran tak tinggal diam dan telah membalas serangan tersebut, yang memicu sirene peringatan di sejumlah wilayah Israel. Ketegangan masih berlangsung.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar