Banyuwangi Percepat Masa Tanam Padi Serentak Antisipasi Kemarau Panjang 2026

- Sabtu, 25 April 2026 | 13:00 WIB
Banyuwangi Percepat Masa Tanam Padi Serentak Antisipasi Kemarau Panjang 2026

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memutuskan untuk mempercepat masa tanam padi secara serentak. Langkah ini menyasar berbagai wilayah. Tujuannya jelas: mengantisipasi potensi kemarau panjang yang diprediksi terjadi pada tahun 2026.

Di penghujung musim hujan, ketersediaan air masih bisa dimaksimalkan. Itulah kenapa kebijakan ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan daerah. Sekaligus, memanfaatkan sisa air yang ada sebelum semuanya mengering.

Namun begitu, percepatan ini bukan sekadar inisiatif lokal. Ia juga merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian. Gerakan serupa tengah digalakkan di seluruh Jawa Timur.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari strategi mitigasi. Terutama menghadapi dampak perubahan iklim yang kian nyata, khususnya ancaman kekeringan.

“Ini salah satu antisipasi menghadapi musim kemarau panjang, melakukan percepatan musim tanam sebelum puncak kemarau,” ujar Ipuk dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Danang Hartanto, memberikan gambaran lebih teknis. Ia menjelaskan, kegiatan tanam serentak dipusatkan di lahan Kelompok Tani Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Luas lahannya sekitar 2,5 hektare.

Tapi jangan salah ini bukan satu-satunya lokasi. Secara keseluruhan, luas tanam serentak di Banyuwangi pada periode ini mencapai 672 hektare. Tersebar di berbagai kecamatan.

Menurut Danang, percepatan ini juga mendukung target Luas Tambah Tanam (LTT) di Jawa Timur. Saat ini, angka itu sudah mencapai 46,16 persen, atau setara dengan 173.320 hektare. Lumayan besar, memang.

Ia menekankan, momentum sisa musim hujan yang diperkirakan bertahan hingga akhir April harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Petani, katanya, tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada kelompok tani untuk segera mempercepat masa tanam. Ketersediaan air saat ini masih cukup untuk mendukung fase awal pertumbuhan padi sebelum memasuki musim kering,” jelas Danang.

Langkah ini juga merupakan respons terhadap proyeksi musim kemarau 2026 yang dirilis BMKG. Selain itu, ada juga surat edaran dari Menteri Pertanian RI yang meminta antisipasi dini terhadap dampak kekeringan.

Danang menambahkan, pihaknya mengimbau seluruh petani untuk meningkatkan kewaspadaan. Caranya? Dengan melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman dan sumber air di masing-masing wilayah.

“Kami mengingatkan agar petani terus memantau kondisi pertanaman dan memastikan ketersediaan air, sehingga produktivitas tetap terjaga meski memasuki musim kemarau,” katanya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar