Namun begitu, prosesi kedatangan mereka tak seragam. Menurut Budi, hanya empat orang yang akan disorot masuk lewat pintu depan gedung. Sisanya, empat orang lagi, akan dibawa masuk secara lebih tertutup melalui pintu belakang.
"Yang rencana lewat depan 4, SDW dan 3 koordinator kecamatan atau pengepul," pungkas Budi, merujuk pada Bupati Pati Sudewo dan tiga orang lainnya.
Operasi ini sendiri sudah berjalan sejak akhir pekan, menyasar dugaan praktik jual-beli jabatan perangkat desa di wilayah Pati. Sebelum diberangkatkan ke Jakarta, Bupati Sudewo sempat menjalani pemeriksaan pendahuluan di Polres Kudus.
Kini, semua tersangka telah berada di markas KPK untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini kembali menyoroti kerentanan proses pengisian jabatan di level desa, yang ternyata masih menjadi lahan transaksi gelap.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar