Penulis: Fityan
TEHERAN Suksesi kepemimpinan di Iran adalah urusan kami sendiri. Begitulah kira-kira inti pernyataan tegas pemerintah Iran, yang menolak mentah-mentah klaim Amerika Serikat ingin ikut campur menentukan siapa Pemimpin Agung berikutnya.
Semua ini berawal dari komentar Presiden AS Donald Trump. Dia bersikeras bahwa pengganti Ali Khamenei harus dapat persetujuan dari Gedung Putih. Nah, Iran jelas tidak terima. Bagi mereka, ini soal kedaulatan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tak sungkan menyuarakan penolakan itu. Dalam penampilannya di program Meet the Press NBC, Minggu lalu, dia dengan lugas menegaskan batas yang tak boleh dilewati.
Ketegangan ini, tentu saja, punya latar yang panas. Wafatnya Khamenei terjadi di tengah situasi konflik militer yang sudah berjalan sembilan hari, melibatkan AS dan Israel. Di tengah suasana berkabung dan perang, Trump justru mengeluarkan pernyataan yang memantik amarah.
Dia bilang ke ABC News, calon pengganti itu harus dapat lampu hijau dari Washington.
Artikel Terkait
Kemenhaj Catat Penurunan Jemaah Umrah Imbas Konflik Timur Tengah
Ketua DPR Soroti Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal daripada Luar Negeri
Tips Hindari Antrean: Aplikasi dan Situs Pantau Kepadatan Rest Area Saat Mudik
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Ajukan Restorative Justice