Koordinator KAMI, Yusril S Kaimudin, tak cuma menyoroti kasus pemanggilan. Dia juga menyentuh soal independensi KPK secara lebih luas, bahkan menyinggung peristiwa kebakaran rumah hakim yang sebelumnya meminta Bobby dihadirkan di persidangan. Isunya kompleks, berlapis.
"Kami percaya kepada KPK, bahwasanya ini harus dipandang semuanya sama rata. Jangan sampai ada intervensi-intervensi khusus yang kemudian mengamankan Bobby Nasution,"
tegas Yusril. Pernyataannya jelas merujuk pada status Bobby sebagai menantu Presiden.
KAMI mendesak Dewas tak hanya memeriksa dugaan pelanggaran integritas Rossa, tapi juga menilai dampaknya terhadap kredibilitas lembaga. Mereka minta langkah tegas untuk memulihkan kepercayaan publik yang mungkin mulai goyah.
Dan ancamannya nyata. Yusril bilang, jika laporan mereka diabaikan dan tak ada transparansi, aksi turun ke jalan akan jadi pilihan berikutnya. Tekanan terhadap KPK, dari dalam dan luar, tampaknya belum akan reda dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar