Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan dan Pastikan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 10:55 WIB
Mendagri Tito Karnavian Serahkan Bantuan dan Pastikan Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya

Jumat lalu (6/3), suasana di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya terasa berbeda. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir langsung, tak sendirian. Ia bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan ini, diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka yang kehilangan rumah, bahkan keluarga.

Acara hybrid yang menggelar sosialisasi penambahan TKD itu, jadi momentum penyaluran bantuan secara simbolis. Bantuan yang disiapkan cukup beragam, mulai dari santunan untuk ahli waris korban meninggal sebesar Rp15 juta per orang total 56 jiwa hingga bantuan untuk korban luka berat. Tak cuma itu, puluhan ribu jiwa mendapat jaminan hidup, dan ribuan kepala keluarga menerima bantuan untuk mengisi hunian sementara serta stimulan sosial ekonomi.

“Nah, di samping itu, upaya-upaya yang dilakukan terus-menerus, pengerahan TNI/Polri, BNPB, beragam-beragam (dalam pemulihan pascabencana),” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3).

Menurutnya, progres pemulihan di Pidie Jaya sudah menunjukkan titik terang. Infrastruktur jalan mulai lancar, listrik normal, fasilitas umum pelan-pelan bisa difungsikan lagi. Perubahan itu, katanya, mulai dirasakan masyarakat.

Di sisi lain, Tito menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap bencana di tiga provinsi Sumatera ini sangat serius. Bahkan, usulan awal Tito soal bantuan dana darurat Rp 2 miliar per daerah, justru ditanggapi lebih besar oleh presiden.

“Usulan tersebut disambut positif oleh presiden dengan menambah anggaran menjadi Rp 4 miliar untuk masing-masing daerah,” jelasnya.

Selain bantuan tunai, Kemendagri juga menyalurkan bantuan lain. Ada 250 paket perlengkapan ibadah, dump truck, excavator, dan backhoe loader. Penyerahan ini jadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Tito sebelum ia menutup festival Ramadan di Banda Aceh.

Untuk jangka panjang, pemulihan akan terus digenjot. Misalnya, perbaikan jalan permanen dan penyelesaian hunian tetap. Tito menekankan, kunci kecepatannya ada pada kelengkapan data dari daerah.

“Cepatnya huntap, salah satunya itu adalah adanya data. Kalau datanya ada, lengkap, saya segera akan melakukan eksekusi. Saya akan koordinasi kepada BNPB dan Menteri Perumahan, Pak Maruarar Sirait. Beliau berdua sudah menunggu,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan, telah ada pembahasan alokasi dana sekitar Rp 53 triliun untuk pemulihan jangka panjang. Dana itu akan dikelola, dengan penanganan oleh pemerintah daerah sebagai ujung tombak. “Yang tidak mampu tetap ditangani pusat,” imbuhnya.

Kegiatan itu sendiri dihadiri oleh sejumlah pejabat. Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi hadir langsung. Sementara jajaran kepala daerah serta Forkopimda dari Aceh, Sumut, dan Sumbar mengikuti secara virtual dari tempat masing-masing.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar