Jumat lalu (6/3), suasana di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya terasa berbeda. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir langsung, tak sendirian. Ia bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menyerahkan bantuan untuk warga yang terdampak bencana hidrometeorologi. Bantuan ini, diharapkan bisa sedikit meringankan beban mereka yang kehilangan rumah, bahkan keluarga.
Acara hybrid yang menggelar sosialisasi penambahan TKD itu, jadi momentum penyaluran bantuan secara simbolis. Bantuan yang disiapkan cukup beragam, mulai dari santunan untuk ahli waris korban meninggal sebesar Rp15 juta per orang total 56 jiwa hingga bantuan untuk korban luka berat. Tak cuma itu, puluhan ribu jiwa mendapat jaminan hidup, dan ribuan kepala keluarga menerima bantuan untuk mengisi hunian sementara serta stimulan sosial ekonomi.
“Nah, di samping itu, upaya-upaya yang dilakukan terus-menerus, pengerahan TNI/Polri, BNPB, beragam-beragam (dalam pemulihan pascabencana),” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3).
Menurutnya, progres pemulihan di Pidie Jaya sudah menunjukkan titik terang. Infrastruktur jalan mulai lancar, listrik normal, fasilitas umum pelan-pelan bisa difungsikan lagi. Perubahan itu, katanya, mulai dirasakan masyarakat.
Di sisi lain, Tito menegaskan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap bencana di tiga provinsi Sumatera ini sangat serius. Bahkan, usulan awal Tito soal bantuan dana darurat Rp 2 miliar per daerah, justru ditanggapi lebih besar oleh presiden.
“Usulan tersebut disambut positif oleh presiden dengan menambah anggaran menjadi Rp 4 miliar untuk masing-masing daerah,” jelasnya.
Artikel Terkait
Menkeu Tahan Insentif Baru Kendaraan Listrik, Pertimbangkan Dampak Defisit Anggaran
Planetarium Jakarta Siapkan Tayangan Tematik dan Sistem Tiket Baru Jelang Lebaran
BTS Rencanakan Konser di JIS Akhir 2026, Tunggu Keputusan Final April
Intelijen AS: Rusia Diduga Beri Data Sensitif ke Iran untuk Incar Aset Militer AS di Timur Tengah