Tidak hanya sekadar membagikan makanan, Nabilah dan tim relawan juga menghibur para pengungsi, terutama anak-anak, dengan mengadakan permainan seru, menyanyi bersama, dan menari. Kehadiran mereka memberikan warna keceriaan di tengah kondisi yang sulit.
Momen paling berkesan dan menyentuh hati bagi Nabilah terjadi saat ia mengunjungi kamp pengungsian terakhir. Di tempat itulah ia bertemu langsung dengan anak-anak dari Gaza yang menjadi korban fisik langsung dari konflik, dengan banyak yang kehilangan anggota tubuhnya.
"Di kamp terakhir, banyak warga Palestina yang baru tiba dari Gaza. Kondisi mereka sungguh memilukan, banyak anak-anak yang kehilangan tangan, kaki, atau bahkan penglihatannya," kenang Nabilah dengan suara bergetar.
Pengalaman langsung terjun ke lokasi ini menjadi sebuah perjalanan batin yang membuka mata hatinya. Nabilah mengaku kembali dengan pandangan hidup yang berubah dan rasa syukur yang jauh lebih dalam atas setiap nikmat yang diterimanya.
"Pengalaman ini sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan. Semua ini membuat saya menjadi pribadi yang jauh lebih bersyukur," pungkas Nabilah Ayu menutup ceritanya.
Artikel Terkait
Turun Ranjang, Adaptasi Wattpad Viral, Tayang Perdana di RCTI 7 April 2026
Cimoy Nuraini dan Zidan Rap Resmi Menikah di KUA Tangerang
Kim Seon Ho Kembali dengan Drama tvN God Bless the Assemblyman
Virgoun Bantah Isu Perebutan Hak Asuh, Pilih Jalan Co-Parenting dengan Inara Rusli