Di sinilah masalahnya dimulai. Di luar ranah medis dan kuliner, ada yang menyalahgunakannya. Gas yang seharusnya untuk krim atau obat ini dihirup langsung demi sensasi euforia. Mereka menyebutnya 'nge-whippet' atau 'nge-balloon', karena gasnya sering diisi ke dalam balon lalu dihirup. Efeknya? Rileksasi, perasaan melayang, dan high yang singkat. Tapi resikonya jauh lebih besar dari kesenangan sesaat itu.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) sudah lama memperingatkan bahayanya. Menghirup N₂O tanpa oksigen pendamping itu berbahaya. Gas ini bisa menggantikan oksigen di paru-paru dan aliran darah, memicu kondisi hipoksia atau kekurangan oksigen.
Gejala awalnya mungkin cuma pusing dan bingung. Tapi bisa berlanjut ke pingsan, hilang kesadaran, sampai kerusakan organ. Dalam kasus yang ekstrem, bisa berakibat fatal: kematian karena asfiksia.
"FDA menyarankan konsumen agar tidak menghirup produk Nitrous Oxide karena potensi kejadian merugikan yang serius jika digunakan untuk tujuan rekreasional," begitu bunyi peringatan resmi mereka.
Bahayanya juga bersifat jangka panjang. Bagi pengguna rutin, kebiasaan ini bisa merusak sistem saraf. Kerusakan pada sumsum tulang belakang atau otak bisa terjadi, dan efeknya kadang tetap terasa bahkan setelah penggunaan dihentikan.
Jadi, meski namanya terdengar catchy dan kemasannya menarik, Whip Pink dan produk sejenisnya menyimpan ancaman serius bila disalahgunakan. Di balik sensasi yang ditawarkan, ada risiko nyata yang mengintai jiwa.
Artikel Terkait
Cover Maira Muthma Bikin Alaina Castillo Terpana: So Good, Oh My!
Pesan Cinta Denada untuk Ressa di Tengah Gugatan Rp7 Miliar
Tangis Reza Arap dan Sirine di Balik Pintu Apartemen Essence
Fico Fachriza Buka Suara: Saya Dulu Manipulatif, Sekarang Cari Cuan