Dinamika positif ini ternyata menular ke anak-anak mereka: Kenji, Kiyomi, dan Kiyoji. Mereka mulai aktif ikut serta dalam aktivitas olahraga orang tuanya. Jennifer menyebut momen-momen lari bersama itu bukan sekadar olahraga, tapi menjadi quality time yang berharga sekaligus menanamkan gaya hidup sehat.
“Anak-anak ikut lari karena melihat kita aktif. Jadi ini nggak cuma olahraga, tapi juga quality time yang menyenangkan,” jelasnya.
Di sisi lain, Jennifer menekankan bahwa dukungannya pada Irfan tak pernah luntur. Ia percaya, langkah baru sang suami justru akan membawa stabilitas yang berbeda bagi keluarga mereka. Kuncinya adalah adaptasi.
“Kita tetap fleksibel dan terbuka untuk berbagai kesempatan. Hidup itu harus adaptif, termasuk soal pekerjaan dan ekonomi,” tambah Jennifer.
Ia juga mengakui pentingnya perencanaan keuangan yang matang. Dengan perubahan ini, mereka berusaha ekstra menyeimbangkan antara pengeluaran, investasi, dan kebutuhan sehari-hari. Tujuannya satu: tetap produktif meski jalan yang ditempuh berbeda.
Irfan sendiri, lewat penuturan Jennifer, ingin menegaskan bahwa fokus barunya bukan bentuk pengabaian tanggung jawab. Justru, ia ingin menjadi figur positif bagi anak-anak sambil membuka jalur karier alternatif.
Di akhir obrolan, Jennifer menyimpulkan semuanya dengan kalimat yang sederhana namun dalam. Baginya, ekonomi keluarga tak pernah cuma soal angka di rekening bank.
“Selama kita bahagia, sehat, dan tetap produktif, ekonomi itu bisa diatur,” tutupnya.
“Yang penting, anak-anak dan keluarga tetap jadi prioritas.”
Artikel Terkait
Juicy Luicy Manggung Dadakan di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia
Jenazah Vidi Aldiano Dimakamkan Hari Ini di TPU Tanah Kusir
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen