Di sisi lain, beban Farel ternyata lebih berat. Saat ayahnya mendekam di penjara, Farel tetap menanggung semua pengeluaran untuk ayah dan keluarga barunya. Hal ini dibenarkan oleh Rais yang jadi perantara komunikasi.
“Pasti tetap kasih uang ke keluarga,” kata Farel membenarkan. “Di tengah-tengah pertengkaran pun, ayah tetap minta uang.”
Rais menambahkan, “Waktu di dalam penjara, Farel tetap kirim uang. Jadi pas keluar pun masih ada sisa uangnya.”
Proses mengirim uang itu sendiri tak mudah. “Ayah Farel minta lewat saya, karena Farel gak punya m-banking. Kalau transfer harus cepat banget. Kadang saya lagi di tol, terpaksa berhenti dulu,” cerita Rais.
Rais pun tak bisa menahan sindiran kecil. “Buat judol, hehe. Kemarin kan bapaknya masuk penjara karena judol.”
Akibat hubungan yang terus memburuk, Farel akhirnya mengambil langkah tegas. Ia mulai membatasi pemberian uang kepada keluarga ayahnya. Rasa kecewa dan trauma tampaknya sudah memuncak.
“Sekarang Farel sudah melindungi uangnya. Gak diserahin ke mereka lagi. Kita paham, Farel trauma dan kecewa berat,” ujar Rais.
Farel mengiyakan. “Awal viral, ATM aku dipegang mereka.”
“Farel pegang uangnya sendiri ini baru-baru ini, setelah ayahnya dipenjara,” tegas Rais, menegaskan peralihan kontrol keuangan itu.
Lantas, berapa sisa kepercayaan Farel sekarang? Ia menjawab dengan nada pasrah, “Kemarin mungkin 25 persen. Sekarang? 1 persen aja.”
Artikel Terkait
Hesti Sindir Klarifikasi Roby Tremonti: Klarifikasi Jadi Konfirmasi
Kasus Perzinaan Anjlokkan Pundi-pundi Inara Rusli
Pegiat Media Sosial Temani Korban Penipuan Kripto Rp200 Miliar ke Polda
Korban Academy Kripto TR & K Laporkan Kerugian Rp 3 Miliar ke Polda Metro