Menjelang gelaran Djakarta Warehouse Project di Bali, polisi ternyata sudah bergerak. Bareskrim berhasil membongkar jaringan narkoba yang mengincar acara itu. Nilainya fantastis, mencapai Rp 60 miliar. Gerakan Nasional Anti Narkotika, atau Granat, langsung memberi apresiasi. Mereka menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim ini tepat sasaran.
Menurut mereka, penindakan ini fokus ke bandar dan pengedar, bukan ke pengunjung biasa. Itu yang dipuji.
"Penegakan hukum kali ini sangat tepat sasaran," kata Ketua DPP Granat, Henry Yosodiningrat, Rabu (24/12/2025).
"Karena menyasar para bandar dan pengedar narkoba, bukan pengunjung lintas negara atau orang-orang yang menikmati acara konser tersebut."
Henry melihat ini sebagai bukti profesionalisme aparat. Keberanian mereka, katanya, melindungi masyarakat, terutama anak muda, dari kehancuran narkoba. Dia berharap momen ini jadi pijakan untuk sinergi yang lebih kuat. Antara polisi, intelijen, dan elemen masyarakat seperti Granat di seluruh Indonesia.
Di sisi lain, dari pihak Bareskrim, Brigjen Eko Hadi Santoso menjelaskan alasan kewaspadaan mereka. Event DWP di GWK Cultural Park itu dihadiri sekitar 25 ribu orang. Mobilitas tinggi, pengunjungnya dari berbagai negara. Situasi yang rawan.
"Sangat berpotensi dimanfaatkan oleh jaringan narkoba," jelas Eko Hadi, Senin (22/12).
Artikel Terkait
Ambulans di RSUD Kudus Tak Dikenai Tarif Parkir Rp80 Ribu, Hanya Salah Paham
Sirkulasi Uang Tunai Tembus Rp1.370 Triliun Saat Mudik Lebaran 2026
PBB Usulkan Rencana Rp1,5 Triliun untuk Atasi Krisis Bahan Bakar di Kuba
Korlantas Gelar Rapat Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua