Inara Rusli Akui Pernyataan Tak Ada Perempuan Baik-Baik Mau dengan Suami Orang Kini Menyakitkan

- Senin, 12 Januari 2026 | 10:45 WIB
Inara Rusli Akui Pernyataan Tak Ada Perempuan Baik-Baik Mau dengan Suami Orang Kini Menyakitkan

"Dan merusak keturunan juga, merusak nasab. Jadi makanya aku menawarkan solusi poligami ke mantan gitu," lanjut Inara.

"Berarti kamu sendiri soal poligami sangat terbuka?" Densu menyimpulkan.

"Sangat terbuka," tegas Inara.

Dari sini, Densu pun menarik benang merah. Keterbukaan Inara inilah yang mungkin membuatnya tak terlalu kaget saat menyadari posisinya sebagai istri kedua Insanul Fahmi. Sebuah fakta yang baru ia pahami benar setelah menikah siri pada Agustus 2025 silam.

"Berarti kamu ketika tahu 'oh berarti aku istri kedua, ya kan, ya udah kita beresin nih,'" simpul Densu.

Inara pun mengangguk. Lalu, ia masuk ke pokok klarifikasi yang paling ditunggu. Soal ucapan kontroversialnya dulu tentang "perempuan baik-baik".

"Aku mau meluruskan kata-kata aku juga yang di beberapa podcast: Nggak ada perempuan baik-baik yang mau sama suami orang," jelasnya.

Suaranya terdengar berat. "Aku akuin aku salah, harusnya aku ga ngomong kaya gitu. Itu sama aja aku menghina syariat poligami, menghina istri-istri para nabi dan sahabat-sahabat nabi. Apakah zaman itu mereka saling menyalahkan satu sama lain? 'kan enggak. Bahwa itu adalah syariat," ujar mantan istri Virgoun itu dengan penuh penyesalan.

Ia menutup dengan harapan. "Aku cuma pengen mudah-mudahan apa yang terjadi saat ini menjadi penggugur dosa-dosa aku dan nggak ada lagi yang ikut-ikutan melakukan kesalahan yang aku lakuin."

Di sisi lain, jalan berliku kasus hukum mereka masih terus berlanjut. Awalnya, Wardatina Mawa, istri pertama, melaporkan Inara dan Insanul atas dugaan perzinaan. Inara pun membalas dengan laporan penipuan, karena merasa dikibuli soal status pernikahan Insanul.

Namun begitu, laporan itu kemudian dicabutnya. Alasannya, ia ingin taat sebagai istri. Upaya restorative justice ke Mawa pun ditolak mentah-mentah. Kini, proses hukum tetap bergulir, dengan tujuh rekaman CCTV dari rumah Inara sebagai barang bukti yang terus diperiksa.


Halaman:

Komentar