Lirik "Usai di Sini" Raisa: Kisah Pahit yang Kini Terasa Lebih Menohok
Album Handmade yang meluncur di pertengahan April 2016 itu menyimpan banyak cerita. Salah satunya adalah lagu Usai di Sini dari Raisa.
Sudah hampir sepuluh tahun berlalu, tapi nyatanya lagu ini belum kehilangan tenaganya. Bagi banyak pendengar, ia tetap jadi soundtrack andalan untuk memaknai hubungan yang berakhir dengan getir. Liriknya yang jujur tentang kepedihan dan keputusan untuk berhenti, selalu berhasil menyentuh.
Belakangan, sorotan pada lagu ini kembali menyala. Pemicunya adalah kabar perceraian Raisa dari Hamish Daud. Mendengar kabar itu, seolah-olah setiap baris lirik Usai di Sini mendapatkan resonansi baru, terdengar lebih dalam dan jujur saja lebih menyayat.
Nah, kalau mau merasakan lagi atau sekadar menyelami kata-katanya, ini lirik lengkapnya.
Pedihnya tanya yang tak terjawab Mampu menjatuhkanku yang dikira tegar
Kau tepikan aku, kau renggut mimpi Yang dulu kita ukir bersama Seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-harimu
Lebih baik kita usai di sini Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana Mengerti kapan harus berhenti Ku kan menunggu, tapi tak selamanya
Bagian kedua lagu ini mengulang kesedihan yang sama, namun dengan penekanan yang lebih dalam.
Kau tepikan aku, kau renggut mimpi Yang dulu kita ukir bersama Seolah aku tak pernah jadi bagian besar dalam hari-harimu Seolah janji dan kata-kata yang telah terucap kehilangan arti
Dan kemudian, keputusan yang tegas itu diulang lagi. Sebuah penegasan.
Lebih baik kita usai di sini Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana Mengerti kapan harus berhenti Ku kan menunggu tapi tak selamanya
Di bagian penutup, ada secercah penerimaan. Bukan sikap sinis, tapi sebuah kedewasaan.
Tak akan jera kupercaya cinta Manis dan pahitnya kan kuterima Kini kisah kita akhiri dengan makna
Lagu ditutup dengan pengulangan chorus terakhir, yang perlahan-lahan memudar. Seperti sebuah kepasrahan.
Lebih baik kita usai di sini Sebelum cerita indah tergantikan pahitnya sakit hati Bukannya aku mudah menyerah, tapi bijaksana Mengerti kapan harus berhenti Ku kan menunggu, tapi tak selamanya Ku kan menanti... Tapi tak selamanya...
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bantah Richard Lee ke Gereja untuk Ibadah, Sebut Hanya sebagai Pembicara
Ahn Hyo Seop dan Khalid Rilis Single Kolaborasi “Something Special” pada 22 Mei 2026
PRIMARIA FEST 2026 Siap Digelar di Empat Kota, Angkat Indonesian Bounce Music ke Panggung Lebih Luas
RCTI Luncurkan Healing Jalur King Nassar, Variety Show yang Padukan Curhat, Musik, dan Empati