Nia Ramadhani Beri Bekal Mikhayla: Haters Hanya Lihat dari Layar

- Kamis, 11 Desember 2025 | 11:40 WIB
Nia Ramadhani Beri Bekal Mikhayla: Haters Hanya Lihat dari Layar

Nia Ramadhani dan Nasihatnya untuk Mikhayla: Hadapi Haters yang Hanya Lihat dari Layar

Hidup di bawah sorotan publik bukan hal baru bagi Mikhayla Zalindra Bakrie. Sebagai putri dari pasangan selebriti Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie, perjalanan hidupnya seolah tak pernah lepas dari perhatian khalayak. Popularitasnya sendiri memang bukan cuma warisan. Gadis itu punya prestasi dan bakat yang kerap ia pamerkan di media sosial, menarik minat banyak orang.

Tapi, popularitas itu punya harga. Jutaan pengikut di dunia maya seringkali datang bersama dengan gelombang komentar negatif. Haters, sebutannya. Nia Ramadhani sepenuhnya sadar akan hal ini. Ia paham betul bahwa pilihannya berkarier di dunia hiburan membawa konsekuensi tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk keluarga yang ia cintai.

Dalam sebuah pertemuan dengan media di Cipete, Nia terbuka soal tekanan yang kadang menerpa suami dan anak-anaknya. “Ya kadang-kadang juga suka sedih,” akunya dengan nada jujur.

“Karena memang the one who signed up for this world, this entertainment world, kan aku. Cuma kadang-kadang anak-anak sama suami juga jadi ikut kesorot.”

Namun begitu, Nia tak sepenuhnya khawatir. Ia percaya Mikhayla sudah punya bekal yang cukup. Menurutnya, putri sulungnya itu sudah matang dan mampu menyaring informasi, membedakan mana komentar yang membangun dan mana yang cuma bertujuan menjatuhkan.

“Dia dewasa kok. Dia dewasa dan dia ngerti,” ujar Nia singkat, penuh keyakinan.

Sebagai ibu yang sudah lama berkecimpung di industri, Nia pun tak tinggal diam. Ia memberi bekal pada Mikhayla cara tepat menyikapi haters. Nasihat utamanya sederhana: kebanyakan komentar negatif datang dari orang yang tak mengenal mereka secara pribadi. Mereka hanya menilai dari seberkas layar ponsel atau komputer, tanpa tahu realita sebenarnya.

“Karena kan yang mereka lihat cuma yang ada di screen, mereka nggak tahu yang aslinya kayak gimana,” tutur Nia.

Di sisi lain, ia terus mengingatkan anak-anaknya tentang sumber validasi yang paling penting. Bukan dari ribuan netizen yang tak dikenal, melainkan dari orang-orang terdekat dan keluarga inti. Komentar publik, baginya, hanyalah risiko sampingan yang harus dihadapi di era digital yang serba cepat dan penuh opini ini.

“Kalau netizen dan lain-lain kan cuma lihat dari luar, it's okay-lah. Orang-orang they can talk,” pungkasnya dengan sikap menerima. Pesannya jelas: tetaplah fokus pada apa yang nyata, dan jangan biarkan suara-suara dari luar mengganggu kedamaian di dalam.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar