Suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan Kelas IIB Serang, Senin (23/2/2026) sore. Biasanya tempat ini penuh dengan kesan tertutup, tapi kali lain. Pihak Rutan menggelar acara buka puasa bersama yang cukup langka. Yang istimewa, ratusan tahanan atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) diizinkan berbuka langsung bersama keluarga mereka.
Area rutan yang biasanya sepi, ramai oleh kumpulan keluarga. Mereka membawa makanan berbuka pesanan khusus dari para tahanan. Tak ketinggalan, pengelola juga menyediakan hidangan. Ada kurma, gorengan, es campur, sampai soto hangat. Semua untuk menemani momen buka puasa 103 tahanan yang beruntung mendapat giliran pertama.
Bagi Frederik Marcelino, salah seorang WBP, momen ini sangat berarti. Sudah delapan bulan ia menjalani masa tahanan di Serang, terpisah dari orang tersayang.
"Alhamdulillah senang, nikmat sekali diberi kesempatan ini. Bahagia bisa berkumpul sama keluarga tersayang," katanya.
Kebahagiaannya makin lengkap. Istrinya membawakan masakan rumah yang ia rindukan. Rasa yang sudah berbulan-bulan tak ia rasakan.
"Alhamdulillah dibawakan, ini masakan favorit saya, ayam sama telur puyuh sama kangkung juga," ujar Frederik dengan wajah sumringah.
Menurut Kakanwil Ditjenpas Banten, M Ali Syeh Banna, kegiatan semacam ini punya dampak spiritual yang kuat. Bukan sekadar makan bersama.
"Ini program sangat luar biasa, saya sangat senang dan sangat mendukung. Kalau begini, keluarga merasa memiliki, dan mereka (WBP) tidak merasa ditinggalkan, merasa dimiliki oleh keluarganya," jelas Ali.
Namun begitu, tak semua tahanan bisa ikut serta saat ini. Karutan Serang, Rangga Permata, mengakui ada keterbatasan tempat. Tapi ia memastikan ini bukan satu-satunya kesempatan.
"Saat ini ada 103 WBP yang melaksanakan buka puasa bersama keluarga. Nanti kita rencanakan dua kali selama bulan Ramadan ini, pada 23 Februari dan 6 Maret. Jadi bergiliran WBP-nya," ungkap Rangga.
Jadi, masih ada giliran lain. Sebuah upaya kecil untuk mengobati kerinduan, setidaknya di bulan yang penuh ampunan ini.
Artikel Terkait
Polandia Tangkap Warga Belarus Diduga Mata-Mata untuk Tiga Negara
Tottenham Tersungkur 1-4 dari Arsenal, Pelatih Akui Jarak Kualitas Kedua Tim
Pria Mabuk Jamu Intisari di Tambora Jadi Korban Perampasan Mobil
Saksi Ungkap Alur Dana Pembelian Kebun Sawit dalam Kasus Nurhadi