Keluarga pun menyayangkan hal ini. Menurut mereka, cara iklan itu ditampilkan sangat tidak tepat. "Gampang banget disalahartikan," ujar salah satu anggota keluarga. Terutama untuk orang-orang dengan kondisi kesehatan mental yang rentan.
Cerita ini akhirnya viral setelah saudara perempuan Carol membagikannya di media sosial. Reaksi warganet pun beragam. Banyak yang geram dan langsung menyalahkan pihak produsen kulkas dan Apple.
Tak sedikit pula yang mendesak keluarga Carol untuk melaporkan kejadian ini ke Advertising Standards Authority (ASA), badan pengawas periklanan di Inggris. Intinya, publik menuntut kehati-hatian lebih dari perusahaan teknologi.
Memang, fitur iklan di perangkat seperti itu biasanya bisa dimatikan lewat pengaturan. Tapi, menurut banyak komentar, persoalannya lebih mendasar. Perusahaan-perusahaan ini dinilai kurang sensitif. Mereka seharusnya lebih selektif dalam memilih konten yang ditampilkan di perangkat yang berdiri diam di sudut rumah seseorang.
Di sisi lain, kasus Carol ini membuka mata banyak orang. Di era di mana segala perangkat jadi "pintar" dan terhubung, batas antara konten promosi dan kehidupan pribadi kadang jadi terlalu tipis. Dan konsekuensinya, bagi sebagian orang, bisa jauh lebih berat dari sekadar iklan yang mengganggu.
Artikel Terkait
CALMA Rilis Single Spesial Happy Birthday untuk Rayakan Ulang Tahun ke-6 BIG Records Asia
Jenazah Vidi Aldiano Dimakamkan Hari Ini di TPU Tanah Kusir
Richard Lee Ditahan Polisi Usai Mangkir Pemeriksaan Kasus Perlindungan Konsumen
MNCTV Tayangkan Langsung Malam Puncak Anugerah Cahaya Ramadan Awards 2026