Dewi Yull Buka Suara Soal Selingkuh yang Bisa Dimaafkan, Warganet Tetapi Sanggah

- Senin, 24 November 2025 | 15:20 WIB
Dewi Yull Buka Suara Soal Selingkuh yang Bisa Dimaafkan, Warganet Tetapi Sanggah

Ucapan Dewi Yull Soal Selingkuh yang Bisa Dimaafkan Tuai Kontroversi

Media sosial lagi-lagi gempar. Kali ini karena pernyataan Dewi Yull yang menyebut perselingkuhan masih bisa dimaafkan. Gara-garanya, obrolan dia dengan anak dan menantunya, Merdianti Octavia, dalam sebuah podcast tiba-tiba jadi perbincangan hangat.

Dalam potongan video yang diunggah di Instagram, Merdi mengawali percakapan dengan bertanya tentang alasan perceraian. "Ibu pernah bilang sama aku, ibu tidak akan menerima perceraian kalau tidak terjadi lima atau empat hal ya? Pertama, berselingkuh," ujar Merdi.

Nah, di sinilah letak kontroversinya. Bukannya langsung setuju, Dewi Yull justru punya pandangan lain.

"Berselingkuh masih bisa dimaafin," sahut aktris senior itu tanpa ragu.

Ia kemudian melanjutkan dengan menjelaskan hal-hal yang justru menurutnya pantas jadi alasan untuk meninggalkan pasangan. "Tinggalkan kalau sudah tidak memuliakan kita lagi, sudah tidak komit lagi, dan sudah tidak memilih kita lagi. Kedua, kalau suka memukul, kekerasan dalam rumah tangga. Ketiga, berjudi. Keempat, membohongi," papar Dewi Yull.

Reaksi warganet pun beragam. Banyak yang protes dan merasa penjelasannya kurang pas.

"Berselingkuh kan bohong juga masuknya," tulis salah satu netizen dengan nada tak setuju.

Yang lain menambahkan, "Berselingkuh bukankah sudah membohongi, tidak komit lagi bu?"

Ada juga yang menyoroti inkonsistensi dalam pernyataan Dewi Yull. "Tapi kan bu, berselingkuh itu jelas sudah tidak memuliakan kita lagi, gak komit dan membohongi," komentar warganet lainnya.

Menanggapi beragam reaksi itu, Dewi Yull akhirnya memberikan penjelasan lebih lengkap melalui channel YouTube-nya pada Jumat (21/11). Dalam video tersebut, ia berusaha meluruskan maksud ucapannya.

"Dengerin dulu. Bukan berselingkuh, ibu sebutnya tergoda," jelasnya dengan tenang. "Ada period misalnya kejenuhan, ada karena 'lu lagi lu lagi', ada ruang yang hampa."

Menurutnya, dalam kondisi-kondisi tertentu seperti itu, masih ada ruang untuk memaafkan. "Jadi maksudnya itu masih bisa ada orang boleh bilang minta dimaafkan, kasih kesempatan," lanjut Dewi Yull.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak membenarkan perselingkuhan. Baginya, tindakan selingkuh tetaplah sebuah pengkhianatan terhadap komitmen dan bentuk ketidakmuliaan terhadap pasangan.

"Kalau ibu nggak terlalu suka bahasa selingkuh," ujarnya. "(Bahasanya diganti) Sudah tidak memuliakan kita lagi, sudah tidak komit lagi, dan sudah tidak memilih kita lagi. Jangan dipertahankan (rumah tangganya)."

Jadi begitulah. Kontroversi yang sempat memanas akhirnya mendapat penjelasan. Tapi ya, soal maaf-memaafkan dalam hubungan, tentu setiap orang punya batasan dan persepsi sendiri-sendiri.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar