Di Balik Senyum Tegar Ammar Zoni, Ada Kerapuhan dan Ketakutan Tertinggal

- Kamis, 20 November 2025 | 14:30 WIB
Di Balik Senyum Tegar Ammar Zoni, Ada Kerapuhan dan Ketakutan Tertinggal

Jakarta - Ada momen mengharukan yang terjadi usai sidang Ammar Zoni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025). Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aktor 32 tahun itu akhirnya bisa berkomunikasi langsung dengan sang kekasih, dokter Kamelia.

Lewat video call yang diizinkan pengadilan, Ammar langsung terlihat sumringah begitu melihat wajah ibu angkatnya, Titik Haryanti, dan dokter Kamelia di layar. Ekspresinya berubah seketika dari tegang menjadi lega.

Ini benar-benar momen spesial baginya. Sebelumnya, komunikasi mereka hanya lewat suara tanpa tatap muka. Kini, dia bisa melihat langsung wajah orang-orang terdekatnya.

"Aku sehat. Kamu gimana?" tanya Ammar tiba-tiba khawatir. "Kamu kelihatan pucat. Enggak kelihatan ceria. Kok matanya beda gitu loh? Matanya enggak kelihatan ceria."

Di balik senyumnya, ternyata ada kerapuhan yang coba disembunyikan Ammar. Di tengah proses hukum yang tak mudah, mantan suami Irish Bella ini mengaku punya ketakutan tersendiri takut ditinggalkan orang terdekat, terutama dokter Kamelia yang selama ini setia mendampingi.

Rasa takut itu terungkap jelas saat dia menitipkan sang kekasih pada ibu angkatnya. "Bu, terus ditemenin ya?" pinta Ammar dengan suara lirih.

Mendengar itu, sang ibu langsung menenangkan. "Iya, dokter itu selalu bareng. Ke mana-mana selalu bareng dengan saya. Enggak usah khawatir," jawabnya meyakinkan.

Dokter Kamelia sendiri tak tinggal diam. Langsung dia menambahkan, "Aku di sini, nemenin tetap di sini." Suaranya tegas, penuh keyakinan.

Usai video call, dokter Kamelia berbincang dengan awak media. Dia membenarkan bahwa Ammar memang punya ketakutan khusus. "Dia mungkin takutnya lelah, wajarlah manusia," ujarnya. "Apalagi di saat terpuruk kayak gini, mana ada sih satu pun teman-temannya Bang Ammar yang datang? Enggak ada. Jadi mungkin punya ketakutan itu."

Dia pun bertekad bulat. "Makanya selalu aku yakinin, enggak, aku tetap di sini sampai selesai persidangan ini."

Dalam video call tadi, Ammar terlihat mengenakan kopiah dan berusaha tampil tegar. Meski mengaku sehat, perhatiannya justru tertuju pada kondisi dokter Kamelia yang terlihat tak segemira biasanya.

Kini, Ammar memilih pasrah dan berharap pada keputusan hakim. "Mudah-mudahan besok hakim bisa memberikan putusan secara seadil-adilnya," harapnya. "Agar ya aku bisa pulang minggu depan."

Harapan sederhana dari seorang lelaki yang rindu kebebasan dan kepastian akan dukungan orang terkasih.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar