Senin malam kemarin, suasana di Jalan Soepomo, Tebet, sedikit berbeda. Lalu lintas malam itu dialihkan sejenak. Pasalnya, petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta mulai turun ke lapangan untuk membangun zebra cross baru. Rencananya, akan ada lima titik yang dibangun. Empat di antaranya sudah mulai dikerjakan sejak 30 Maret 2026.
Ini upaya Pemprov DKI, lewat Bina Marga, untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki. Kawasan itu sebelumnya memang sempat ramai jadi perbincangan. Soalnya, fasilitas penyeberangan untuk warga hilang begitu saja.
Kepala Dinas Bina Marga DKI, Heru Suwondo, buka suara. Ia mengakui ada ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.
"Kami minta maaf atas ketidaknyamanannya," ujar Heru.
Menurut penjelasannya, kondisi itu muncul karena ada pemeliharaan jalan dan perbaikan trotoar di akhir 2025. Pekerjaan itu bikin marka zebra cross lama tertutup aspal baru. Belum lagi, cuaca ikut ambil peran. Hujan yang sering turun bikin proses pengerjaan jadi molor.
Heru juga ngasih penjelasan teknis yang penting. Ternyata, nggak bisa asal cat begitu aspal baru beres. "Material marka thermoplastic butuh permukaan jalan yang benar-benar kering supaya lekatnya bagus dan awet," jelasnya.
Di sisi lain, ada hal menarik yang justru datang dari warga sendiri. Karena merasa butuh, beberapa dari mereka nekat mengecat sendiri jalan itu untuk dijadikan tempat menyebrang. Inisiatif swadaya ini malah dapat apresiasi dari Heru.
"Kami apresiasi sekali kepedulian masyarakat. Itu menunjukkan kesadaran kolektif untuk keselamatan bersama," katanya.
Nah, untuk titik-titik yang sudah dicat warga itu, Bina Marga akan melakukan penataan ulang. Tentu saja, penataan ini akan disesuaikan dengan standar teknis yang berlaku, melihat kondisi di lapangan. Harapannya jelas. Selain buat mendukung mobilitas yang lebih aman, ini juga bisa mendorong budaya tertib di jalan.
"Zebra cross ini kami harap bisa tingkatkan keselamatan dan perkuat budaya saling menghargai antar pengguna jalan," pungkas Heru.
Artikel Terkait
Sapi Kurban 1,1 Ton Bertuliskan TIW Dikirim ke Masjid Terdekat Rumah Amien Rais
Peneliti BRIN Dimas Fajar Prasetyo Bantah Terlibat Jurnal Bodong, Sebut Identitasnya Dicatut
Khofifah Tinjau Pasar Klojen, Dorong Koordinasi Daerah Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Pangan
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Waisak 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan