"Dari thread viral, buku yang best-seller, itu nggak ada jaminan film itu akan laku," sambungnya.
Joko Anwar menyoroti kecerdasan publik yang semakin meningkat dalam menilai sebuah karya film. Oleh karena itu, penggunaan label "kisah nyata" justru berpotensi menjadi bumerang jika hanya dipersepsikan sebagai taktik pemasaran yang tidak tulus.
"Apalagi jaman sekarang orang udah pinter-pinter kan. 'Based on true story, halah, marketing tuh'," tutur Joko dengan blak-blakan.
Pernyataan Joko Anwar ini mengingatkan semua pihak bahwa kualitas narasi dan eksekusi pembuatan film tetaplah elemen paling vital yang menentukan kesuksesan, jauh melampaui sekadar label atau tagline yang ditempelkan pada materi promosi.
Artikel Terkait
Ivan Gunawan Ungkap Transformasi Pribadi dan Proyek Masjid Impian
Ridwan Kamil Buka Suara Usai Perceraian: Masih Ingin Pertahankan Hubungan
Babak Pahit Ruben Amorim di Old Trafford Berakhir dengan Pemecatan
Mario G Klau Siapkan Konser Spesial untuk Rayakan Satu Dekade Berkarya