"Dari thread viral, buku yang best-seller, itu nggak ada jaminan film itu akan laku," sambungnya.
Joko Anwar menyoroti kecerdasan publik yang semakin meningkat dalam menilai sebuah karya film. Oleh karena itu, penggunaan label "kisah nyata" justru berpotensi menjadi bumerang jika hanya dipersepsikan sebagai taktik pemasaran yang tidak tulus.
"Apalagi jaman sekarang orang udah pinter-pinter kan. 'Based on true story, halah, marketing tuh'," tutur Joko dengan blak-blakan.
Pernyataan Joko Anwar ini mengingatkan semua pihak bahwa kualitas narasi dan eksekusi pembuatan film tetaplah elemen paling vital yang menentukan kesuksesan, jauh melampaui sekadar label atau tagline yang ditempelkan pada materi promosi.
Artikel Terkait
Marcell Siahaan Rilis Menuju Cahaya, Single Religi dengan Sentuhan Istri dan Nuansa Elektronik
Selebritas Berparas Bule di Indonesia Kerap Disangka Mualaf, Padahal Muslim Sejak Lahir
Ammar Zoni Kecewa Saksi Kunci Tak Hadir di Sidang Narkoba
Ahmad Dhani Ungkap Kesulitan Ekonomi Saat Antar Anak Sambung Kuliah di AS