Muslim Arbi Peringatkan Potensi Revolusi Rakyat Jika Hukum dan Keadilan Tak Ditegakkan: Analisis dan Dampaknya

- Senin, 10 November 2025 | 09:25 WIB
Muslim Arbi Peringatkan Potensi Revolusi Rakyat Jika Hukum dan Keadilan Tak Ditegakkan: Analisis dan Dampaknya
Muslim Arbi Peringatkan Potensi Revolusi Jika Hukum dan Keadilan Tak Ditegakkan | Analisis Terkini

Muslim Arbi Peringatkan Potensi Revolusi Jika Hukum dan Keadilan Tak Ditegakkan

Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu, Muslim Arbi, menyampaikan peringatan keras mengenai pentingnya penegakan hukum dan keadilan di Indonesia. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Surabaya, ia mengingatkan bahwa semangat kepahlawanan bangsa dapat bangkit jika rasa keadilan terus dilukai oleh aparat penegak hukum.

Refleksi Sejarah di Hari Pahlawan

Memperingati Hari Pahlawan 10 November dan mengenang peristiwa heroik Bandung Lautan Api, Muslim Arbi menyoroti pengorbanan para pejuang. Ia menyebut perjuangan Arek-arek Suroboyo pada 10 November 1945 dan peristiwa Bandung Lautan Api yang dipimpin Kolonel A.H. Nasution sebagai simbol perjuangan menegakkan kebenaran dan menolak penjajahan dalam segala bentuknya.

Aparat Penegak Hukum Dinilai Cederai Keadilan

Namun, semangat heroik tersebut kini diuji oleh tindakan aparat yang justru dinilai melukai keadilan. Muslim Arbi secara khusus menyoroti penetapan sejumlah aktivis dan akademisi sebagai tersangka dalam kasus yang berkaitan dengan pertanyaan publik mengenai keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo.

"Publik disuguhi kenyataan telanjang. Saat rakyat bertanya tentang kebenaran ijazah Jokowi, mereka malah dipidana. Ini naif dan absurd," tegas Muslim Arbi.

Daftar Nama yang Dikriminalisasi

Muslim Arbi menyebut beberapa nama yang menurutnya hanya menggunakan hak akademik dan kebebasan berpendapat untuk mencari kebenaran. Nama-nama tersebut antara lain Roy Suryo, Rizal Fadilah, Rismon, Tifa, Eggi Sudjana, Damai Hari Lubis, Rustam, dan Kurnia.

Peringatan tentang Potensi Revolusi Rakyat

Lebih jauh, Muslim Arbi memperingatkan bahwa jika hukum tidak lagi dipercaya rakyat, maka potensi munculnya gelombang perlawanan rakyat atau revolusi tidak bisa dihindari. Ia menegaskan bahwa semangat juang dan kepahlawanan bangsa bisa kembali berkobar untuk menuntut tegaknya kebenaran dan keadilan.

"Sangat naif bila hukum dan keadilan tak lagi berpijak pada akal sehat, melainkan membela kekuasaan secara membabi buta. Bila ini dibiarkan, rakyat akan bangkit dan marah," ujarnya.

Refleksi Tajam di Hari Pahlawan

Pernyataan Muslim Arbi ini menjadi refleksi tajam di Hari Pahlawan, ketika bangsa seharusnya meneladani keberanian para pejuang dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kejujuran bukan menindasnya. Seruan ini menekankan pentingnya konsistensi dalam penegakan hukum untuk mencegah gejolak sosial yang lebih besar di masa depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar