Joko Anwar Kritik Tren Label "Kisah Nyata" di Film Horor, Sebut Bisa Jadi Bumerang
Sutradara ternama Joko Anwar kembali mengungkapkan pandangan kritisnya mengenai strategi pemasaran film horor yang kerap mengandalkan embel-embel "diangkat dari kisah nyata". Ia menilai, di era modern ini, label semacam itu tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan komersial sebuah film.
Joko Anwar menegaskan bahwa asal-usul cerita, baik itu dari kisah nyata, utas media sosial yang viral, maupun novel populer, tidak secara otomatis membuat film tersebut sukses di box office. Menurutnya, industri perfilman saat ini terlalu sering menggunakan klaim "based on a true story" sebagai sekadar gimmik atau trik pemasaran belaka.
"Tidak ada jaminan film diangkat dari sumber apa pun, pasti laku, itu nggak ada sih," tegas sutradara peraih dua Piala Citra tersebut dalam sebuah penampilannya di platform digital.
Ia juga menambahkan bahwa adaptasi dari thread viral atau buku best-seller pun tidak memberikan kepastian yang berbeda. Tren semacam ini, menurut Joko, hanya mampu memicu rasa penasaran penonton untuk sementara waktu. Padahal, penonton masa kini sudah berkembang menjadi lebih kritis dan selektif.
Artikel Terkait
Pernyataan Ohim Soal Salsha Jadi IRT Picu Polemik di Media Sosial
Devano Berubah Jadi DJ Jamet, Riset Ekstrem Sampai Nyamar ke Klub Malam
Manohara Buka Suara: Trauma Masa Kecil dan Keputusan Tegas Putus Hubungan dengan Ibu
Flashdisk Merah 4 GB yang Mengguncang Kasus Inara Rusli