Joko Anwar Kritik Tren Kisah Nyata di Film Horor, Sebut Hanya Gimmik Marketing

- Jumat, 14 November 2025 | 13:00 WIB
Joko Anwar Kritik Tren Kisah Nyata di Film Horor, Sebut Hanya Gimmik Marketing
Pandangan Joko Anwar Soal Label "Kisah Nyata" di Film Horor

Joko Anwar Kritik Tren Label "Kisah Nyata" di Film Horor, Sebut Bisa Jadi Bumerang

Sutradara ternama Joko Anwar kembali mengungkapkan pandangan kritisnya mengenai strategi pemasaran film horor yang kerap mengandalkan embel-embel "diangkat dari kisah nyata". Ia menilai, di era modern ini, label semacam itu tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan komersial sebuah film.

Joko Anwar menegaskan bahwa asal-usul cerita, baik itu dari kisah nyata, utas media sosial yang viral, maupun novel populer, tidak secara otomatis membuat film tersebut sukses di box office. Menurutnya, industri perfilman saat ini terlalu sering menggunakan klaim "based on a true story" sebagai sekadar gimmik atau trik pemasaran belaka.

"Tidak ada jaminan film diangkat dari sumber apa pun, pasti laku, itu nggak ada sih," tegas sutradara peraih dua Piala Citra tersebut dalam sebuah penampilannya di platform digital.

Ia juga menambahkan bahwa adaptasi dari thread viral atau buku best-seller pun tidak memberikan kepastian yang berbeda. Tren semacam ini, menurut Joko, hanya mampu memicu rasa penasaran penonton untuk sementara waktu. Padahal, penonton masa kini sudah berkembang menjadi lebih kritis dan selektif.

"Dari thread viral, buku yang best-seller, itu nggak ada jaminan film itu akan laku," sambungnya.

Joko Anwar menyoroti kecerdasan publik yang semakin meningkat dalam menilai sebuah karya film. Oleh karena itu, penggunaan label "kisah nyata" justru berpotensi menjadi bumerang jika hanya dipersepsikan sebagai taktik pemasaran yang tidak tulus.

"Apalagi jaman sekarang orang udah pinter-pinter kan. 'Based on true story, halah, marketing tuh'," tutur Joko dengan blak-blakan.

Pernyataan Joko Anwar ini mengingatkan semua pihak bahwa kualitas narasi dan eksekusi pembuatan film tetaplah elemen paling vital yang menentukan kesuksesan, jauh melampaui sekadar label atau tagline yang ditempelkan pada materi promosi.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar