Cegah Cyberbullying di Media Sosial dengan 7 Langkah Efektif Ini
Penggunaan media sosial yang tidak bertanggung jawab dapat memicu terjadinya cyberbullying. Bentuk-bentuk cyberbullying meliputi pengiriman pesan atau komentar kasar, serta berbagi konten seksual berupa pesan, gambar, atau video tanpa persetujuan.
Sekolah Berperan Aktif Cegah Bullying Digital
Kepala SMPK Indriasana IV Surabaya, Sri Handani, mengungkapkan bahwa banyak perilaku bullying di era digital yang sering tidak disadari. Untuk itu, diperlukan sosialisasi perilaku bijak dalam bermedia sosial kepada para siswa.
"Siswa wajib menerapkan komunikasi yang baik dalam keseharian, baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Hal ini juga perlu diterapkan di ruang digital untuk mencegah perilaku bullying," ujarnya dalam kegiatan 'Sosialisasi Perlindungan dan Pencegahan Tindak Kekerasan di Lingkungan Sekolah'.
Literasi Digital sebagai Solusi Pencegahan
Ulis Iyan, salah satu pendidik di sekolah tersebut, menekankan bahwa pendekatan literasi digital berbasis pencegahan tindakan kekerasan dan perlindungan anak dapat mengurangi perilaku bullying, baik dalam kehidupan nyata maupun di ranah digital.
"Ini perlu dilakukan sebagai upaya menerapkan sekolah ramah anak. Kami bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak Kota Surabaya untuk memberikan literasi digital kepada siswa," tuturnya.
Dampak Bullying pada Korban dan Pelaku
Syaiful Bachri, Ketua Komnas PA Surabaya yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut, memaparkan tentang bullying dan bahayanya bagi korban maupun pelaku aktif dan pasif.
"Konsep perlindungan meliputi olah pikir (mengarahkan pikiran ke hal positif), olah rasa (mengubah perasaan negatif menjadi energi positif), dan mengelola sampah hati (tidak menyimpan iri, benci, dendam). Serta aspek simpati dan empati untuk merasakan apa yang dirasakan orang lain," paparnya.
7 Cara Efektif Cegah Cyberbullying
Syaiful menegaskan pentingnya orang tua, terutama yang memiliki anak usia remaja, untuk melakukan komunikasi intensif, bukan sekadar membatasi penggunaan gawai.
Berikut 7 cara efektif untuk melindungi anak dari menjadi korban atau pelaku cyberbullying:
- Ajarkan literasi digital sejak dini
- Bangun komunikasi dua arah yang jujur
- Latih anak mengenali batasan interaksi
- Tanamkan rasa percaya diri yang kokoh
- Libatkan anak dalam aktivitas offline yang sehat
- Gunakan teknologi sebagai alat perlindungan
- Orang tua jadi role model dalam bermedia sosial
Pentingnya Kolaborasi Semua Pihak
"Cyberbullying adalah masalah serius yang membutuhkan perhatian dan tindakan dari semua pihak. Dampaknya yang merusak pada kesehatan mental, hubungan sosial, dan bahkan kesehatan fisik korban, tidak bisa diabaikan. Kunci utama mencegah cyberbullying adalah edukasi, komunikasi terbuka, dan tindakan proaktif," pungkas Syaiful.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Perpanjang Penahanan Richard Lee 30 Hari, Bantah Isu Penangguhan
Jumlah Mahasiswa Asing di China Melonjak Jadi 380.000, Didominasi Asia dan Afrika
Polisi Periksa Mantan ART Selama 2,5 Jam di Kasus Dugaan Penganiayaan Erin Taulany
Puasa Ayyamul Bidh Jatuh pada Jumat, Begini Hukumnya