Doa Hari ke-17 Ramadhan: Momentum Mustajab untuk Mohon Ampunan dan Keberkahan

- Sabtu, 07 Maret 2026 | 03:40 WIB
Doa Hari ke-17 Ramadhan: Momentum Mustajab untuk Mohon Ampunan dan Keberkahan

Jadi, jangan sia-siakan momentum. Di hari ke-17 ini, kita bisa melafalkan doa berikut:

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْهِ لِصَالِحِ الأَعْمَالِ وَ اقْضِ لِيْ فِيْهِ الْحَوَائِجَ وَ الآمَالَ يَا مَنْ لاَ يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيْرِ وَ السُّؤَالِ يَا عَالِمًا بِمَا فِيْ صُدُوْرِ الْعَالَمِيْنَ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ

Bacaan latinnya: Allâhummah dinî fîhi lishâlihil a’mâli waqdhi lî fîhil hawâija wal âmâla yâ man lâ yahtâju ilat tafsîr was suâli yâ ‘âliman bimâ fî shudûril ‘âlamîn shalli ‘alâ muhammadin wa âlihith thâhirîn.

Artinya: "Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini pada amal yang shaleh. Kabulkanlah semua hajat dan cita-citaku. Wahai Dzat yang tak butuh penjelasan dan pertanyaan. Wahai Yang Maha Tahu isi hati seluruh alam. Limpahkanlah shalawat untuk Muhammad dan keluarganya yang suci."

Memang, anjuran untuk banyak berdoa di Ramadhan punya dasar yang kuat. Bayangkan, doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka termasuk dalam tiga doa yang tidak ditolak. Begitu menurut sebuah hadits dari Abu Hurairah.

Dua lainnya adalah doa pemimpin yang adil dan doa orang yang terzhalimi. Doa-doa ini digambarkan akan dibawa ke atas awan, pintu langit dibuka lebar, dan Allah sendiri yang berjanji akan menolongnya.

Singkatnya, Ramadhan adalah bulan doa. Momentum yang sayang kalau dilewatkan begitu saja. Dengan berdoa, kita tak hanya meminta, tapi juga mengakui kelemahan dan ketergantungan kita pada Sang Pencipta. Semoga doa di hari ketujuh belas ini membawa kebaikan dan keberkahan untuk kita semua.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar