Liang Wenfeng, Pendiri DeepSeek, Masuk Daftar 100 Orang Terkaya China
Liang Wenfeng, pendiri perusahaan kecerdasan buatan DeepSeek asal China, untuk pertama kalinya berhasil masuk dalam daftar 100 orang terkaya di China. Menurut laporan terbaru Forbes, kekayaan Wenfeng telah mencapai 11,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp192,08 triliun.
Sumber Kekayaan dari Kepemilikan Saham DeepSeek
Sebagian besar kekayaan Liang Wenfeng berasal dari kepemilikan sahamnya di DeepSeek. Perusahaan AI ini diperkirakan memiliki nilai mencapai 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp250,54 triliun. Yang menarik, DeepSeek hingga saat ini belum menerima investor eksternal dan sebagian besar didanai oleh perusahaan ventura milik Wenfeng lainnya, High-Flyer.
Revolusi AI dengan Biaya Rendah
DeepSeek menggemparkan dunia teknologi pada Januari lalu dengan meluncurkan model AI R1 yang dikembangkan dengan biaya jauh lebih rendah dibandingkan pesaing seperti ChatGPT dari OpenAI. Dalam sebuah makalah penelitian yang menjadi sampul jurnal Nature bulan September, diungkapkan bahwa DeepSeek hanya menghabiskan 294.000 dolar AS untuk melatih salah satu model AI mereka.
Perjalanan Karir dan Latar Belakang Pendidikan
Minat Liang Wenfeng terhadap AI berawal dari masa kuliahnya sebagai mahasiswa visi komputer di Universitas Zhejiang. Setelah menyelesaikan gelar magister di bidang teknik informasi dan komunikasi pada tahun 2010, ia mendirikan High-Flyer yang menggunakan algoritma AI proprietary untuk memilih saham. Perusahaan ini kini mengelola aset sekitar 8 miliar dolar AS.
Tantangan dan Strategi di Tengah Persaingan
DeepSeek kini menghadapi persaingan ketat di pasar domestik China, terutama dari raksasa e-commerce Alibaba yang berencana berinvestasi lebih dari 50 miliar dolar AS dalam AI selama tiga tahun ke depan. Di tengah persaingan ini, sebagian besar perusahaan China menawarkan chatbot secara gratis. Aplikasi DeepSeek sendiri telah berhasil menarik lebih dari 73 juta pengguna aktif per September.
Strategi Teknologi dan Perangkat Keras
Meskipun biaya pelatihan model AI terbilang rendah, DeepSeek telah mengeluarkan sekitar 1,6 miliar dolar AS untuk penggunaan perangkat keras selama bertahun-tahun, termasuk memperoleh chip Nvidia. Dengan adanya pembatasan ekspor semikonduktor AS, perusahaan kini beralih ke chip dari Huawei untuk mendukung model AI mereka.
Dalam berbagai wawancara dengan media lokal, Liang Wenfeng menegaskan bahwa motif utamanya bukanlah keuntungan finansial, melainkan mendorong inovasi di bidang kecerdasan buatan.
Artikel Terkait
Emas Menguat ke 4.540 Dolar AS, Pulih dari Terendah Dua Bulan Ditopang Pelemahan Dolar dan Harapan Gencatan Senjata AS-Iran
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Dinilai Perkuat Devisa, Pasar Tunggu Kepastian Implementasi
Sepuluh Saham Paling Tertekan Selama Sepekan, ASPR Anjlok Hingga 37,85 Persen
Rebalancing Indeks MSCI Picu Arus Keluar Dana Asing Rp9,5 Triliun dari BEI dalam Sepekan