Jadi, bagi mereka yang punya kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, kolesterol tinggi, atau obesitas saran dokter ini cukup jelas: lebih baik pilih kurma murni tanpa olahan. Manfaatnya lebih terjaga dan risikonya tentu lebih kecil.
“Untuk orang obesitas, atau ada masalah lemak dalam darah, jangan kurma keju, kurma Ajwa saja saat berbuka. Untuk kurma keju ini, penting melakukan pembatasan. Hindari kurma keju lebih dari 1 buah,” ungkapnya tegas.
Meski begitu, tren konsumsi kurma keju tak serta merta harus dihindari sepenuhnya. Menurut Dicky, tetap ada manfaatnya kalau dikonsumsi dengan bijak dan memperhatikan kondisi tubuh. “Kombinasi ini ada gula alami dari kurma dan lemak protein dari keju. Adanya protein dari keju bisa membuat rasa kenyang lebih lama,” paparnya.
Intinya, nikmati saja tren yang sedang viral ini. Tapi ingat, batasi porsinya. Satu atau dua biji mungkin cukup untuk memuaskan rasa penasaran, tanpa harus khawatirkan dampaknya yang berlebihan. Selebihnya, kurma biasa tetaplah pilihan yang aman dan menyehatkan untuk menemani waktu berbuka puasa.
Artikel Terkait
Lindi Fitriyana Ungkap Surat Cinta untuk Calon Bayi di Media Sosial
Lindi Fitriyana Konfirmasi Kehamilan Lewat Unggahan Instagram
Anrez Adelio Bantah Tudingan Penelantaran Anak via Kuasa Hukum
Keluarga Vidi Aldiano Soroti Fenomena Pemanfaatan Duka untuk Cari Perhatian