Kejadian tak terduga mengguncang Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Lebih dari seratus warga tiba-tiba dilaporkan mengalami mual dan muntah, usai menyantap hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka pun langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan.
Kapolsek Mawasangka Tengah, Ipda Rabodding, mengonfirmasi jumlah korban yang terus bertambah.
"Iya, gejalanya mual dan muntah. Kemarin itu bertambah-bertambah terus hingga total keseluruhan sekitar 115 orang," ujarnya.
Insiden yang terjadi Selasa lalu itu rupanya menyasar berbagai kalangan. Mulai dari bayi, balita, masyarakat umum, hingga para pelajar. Lokasinya di wilayah Satuan Kerja SPPG Kecamatan Mawasangka Tengah.
"Korbannya itu ada bayi, balita, masyarakat hingga siswa SD SMP dan SMA. Setelah dapat laporan, kami langsung ke lokasi," beber Rabodding.
Polisi masih melakukan pendataan lengkap. Sementara itu, perhatian diarahkan pada menu yang disajikan saat itu: nasi, telur, tahu, dan acar. Dugaan awal, olahan telur diduga menjadi pemicu keracunan massal ini.
"Dugaan awalnya itu mengarah ke telur," kata Rabodding.
Namun begitu, ia menegaskan bahwa sampel makanan telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Semua pihak kini menunggu hasil resmi dari uji lab tersebut untuk memastikan penyebab pastinya.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Petir di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 5–11 Mei 2026
Mensos Gus Ipul Klarifikasi Anggaran Sepatu Rp700 Ribu: Bukan Standar Sekolah Rakyat
BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Peringati May Day dengan Penyerahan Santunan dan Layanan Kesehatan Gratis
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Wanokaka NTT, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami