Dahlan Iskan tak menampiknya. Kerugian bisnis yang ia alami pernah menyentuh angka fantastis: Rp2 triliun. Pemicunya? Lonjakan harga batu bara yang tak terduga.
Figur yang dikenal sebagai mantan Menteri BUMN sekaligus eks bos Jawa Pos ini memang punya banyak usaha. Ia mengelola Harian Disway, punya pembangkit listrik swasta di Surabaya dan Kaltim, lalu ada juga perusahaan komunikasi FIC, plus bisnis ekspedisi. Portofolionya cukup beragam.
Nah, soal kerugian besar tadi, Dahlan punya pandangan yang cukup jernih. Menurutnya, hal semacam itu ya wajar-wajar saja dalam dunia usaha. Apalagi kalau penyebabnya datang dari faktor eksternal yang benar-benar di luar kendali pengusaha. "Ya, namanya juga bisnis," kira-kira begitu sikapnya.
Namun begitu, bukan berarti ia lalu pasrah. Justru di situlah tanggung jawab utama seorang pengusaha diuji.
Dahlan menegaskan, fokusnya harus pada upaya memperbaiki keadaan. Bukan malah sibuk menyalahkan situasi atau terlarut dalam penyesalan yang tak ada ujungnya. Seorang pengusaha, dalam pandangannya, dituntut untuk bisa bangkit. Ambil langkah konkret, lalu move on. Itu kuncinya.
Berikut ini video lengkap pernyataannya.
Artikel Terkait
Polda Jatim Ungkap 3.157 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan, Sita 22 Kg Kokain dari Jaringan Internasional
Residivis Bebas Bersyarat Kembali Ditangkap usai Perkosa Mahasiswi di Kulonprogo
Pria Nekat Panjat Tower 52 Meter di Bandar Lampung, Dievakuasi Usai Negosiasi 2 Jam
Mahfud MD Soroti Penahanan Roy Suryo dan dr. Tifa: Publik Pertanyakan Eksekusi Vonis yang Tak Jalan