Skema komunikasi tidak langsung ini dinilainya lebih efektif. Bahkan, pertemuan terakhir antara Insanul dan sang anak pun difasilitasi melalui bantuan ART tersebut. Langkah ini, dalam pandangannya, justru membuktikan bahwa akses untuk bertemu tetap terbuka, meski dengan mekanisme tertentu.
"Jadi kalau saya pribadi saya memang tidak ada merespons sama sekali. Jadi nggak apa-apa melalui mbaknya aja. Dan memang baru kemarin itu baru ketemu," jelas Mawa.
Harapan di Bulan Ramadan
Mawa menyayangkan isu ini mencuat di bulan Ramadan, waktu yang seharusnya diisi dengan menahan diri dan menjaga perkataan. Dia merasa tudingan yang beredar tidak hanya tidak benar, tetapi juga merusak suasana bulan suci. Melalui pernyataannya, dia berharap polemik ini tidak terus dikembangkan menjadi isu liar yang dapat memperkeruh hubungan antar pihak.
"Tolong dong ini juga puasa ya, jangan terlalu banyak fitnah juga. Saya juga nggak menutup akses hubungan dia sama anak saya, karena kan melalui mbaknya juga," tuturnya.
Dengan penjelasan yang berusaha runtut ini, Mawa berharap klarifikannya dapat menghentikan penyebaran narasi yang dianggapnya tidak akurat. Persoalan hubungan mantan pasangan yang melibatkan hak anak memang sering kali kompleks, memerlukan kehati-hatian semua pihak dalam menyampaikan informasi ke publik.
Artikel Terkait
Cicilan Rumah Rachel Vennya dan Niko Al Hakim Tembus Rp52 Juta per Bulan
Pakar Sarankan Cara Alami Reset Tubuh Usai Liburan
Ben Kasyafani Pilih Jadi Sahabat untuk Putri Remajanya
Lucinta Luna Salat Id di Korea Selatan dengan Busana Muslim Pria, Ungkap Keraguan 10 Tahun