Gula alami dalam kurma, berupa fruktosa dan glukosa, bekerja cepat mengisi ulang energi tubuh yang terkuras. Lebih dari sekadar penyedia energi, komposisi ini didukung oleh serat, kalium, dan antioksidan yang justru membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan kesehatan jantung. Dengan kata lain, kurma memberikan energi tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Secara khusus, kalium dalam kurma berperan sebagai elektrolit yang membantu mengatur tekanan darah dan mencegah kram otot keluhan yang kerap muncul saat berpuasa.
Dukungan untuk Sistem Pencernaan
Manfaat kurma juga merambah ke kesehatan pencernaan. Serat tidak larut yang dikandungnya memperlancar pergerakan makanan di saluran pencernaan, sehingga dapat meringankan sembelit.
Bahkan, konsumsi kurma secara teratur disebut dapat meningkatkan frekuensi buang air besar. Seorang ahli dari Review of Religions (International Health Section) menjelaskan mekanismenya.
Tak kalah penting, kurma mengandung protein dan 23 jenis asam amino, beberapa di antaranya jarang ditemukan pada buah-buahan lain. Fakta ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai makanan super yang sederhana, mudah didapat, dan sangat cocok menjadi teman setia berbuka puasa.
Artikel Terkait
Panduan Lengkap Atasi Lupa Password dan Daftar UTBK SNBT 2026 di Portal SNPMB
Virgoun Akui Proses Hukum dengan Inara Rusli Masih Berjalan
Lyodra Ginting Rilis Single Rohani Perdana Melodi Cinta-Mu Tuhan
Dude Harlino dan Alyssa Soebandono Diperiksa 7 Jam sebagai Saksi Kasus DSI Rp2,4 Triliun