MURIANETWORK.COM - Sebuah bangunan bergaya kolonial di Terminal Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur, kini berfungsi sebagai Kantor Polsek Padangan. Gedung yang berdampingan dengan Padangan Heritage ini bukan sekadar kantor, melainkan saksi bisu kejayaan ekonomi tembakau Bojonegoro di masa lalu. Bangunan ini menyimpan arsitektur khas Belanda dan cerita sejarah yang masih terasa kental hingga kini.
Dari Pusat Tembakau ke Markas Polisi
Fungsi gedung ini telah mengalami transformasi yang signifikan. Pada era keemasannya, tempat ini merupakan kantor sekaligus pusat pengolahan untuk komoditas tembakau dan kapur. Saat itu, Padangan berperan sebagai simpul distribusi utama bagi "emas hijau" Bojonegoro yang terkenal di sepanjang Bengawan Solo. Alih fungsi menjadi kantor polisi tidak menghapus jejak fisik masa lalunya.
Ciri arsitektur kolonialnya masih tampak jelas dan terpelihara dengan baik. Dindingnya tebal, ditopang pilar-pilar kokoh, dengan jendela besar dan langit-langit tinggi yang menjadi penanda zaman. Lantai teraso berwarna cokelat dan hijau zamrud, dipadukan dengan ambang pintu bergaya lama, menciptakan atmosfer yang seakan membawa pengunjung melintas waktu ke era ketika kawasan ini menjadi denyut nadi perekonomian.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 552 Rumah di Donggala, Dua Kecamatan Terdampak
Penyelundupan 202 Reptil Hidup ke Dubai Digagalkan di Soekarno-Hatta
AS dan Iran Saling Klaim Soal Nasib Jet Tempur F-15 yang Jatuh
Pegawai Tangerang dan Tangsel Mulai WFH Setiap Jumat Pekan Depan