Menghadapi Badai Emosi Balita: Kisah Nyata Para Ibu Lewati Fase Terrible Two

- Senin, 02 Februari 2026 | 18:54 WIB
Menghadapi Badai Emosi Balita: Kisah Nyata Para Ibu Lewati Fase Terrible Two

Pendapat serupa datang dari Rani Oktaviani (35). Baginya, tantangan terbesarnya adalah menjaga konsistensi. Di tengah kelelahan fisik dan mental, kita dituntut untuk tetap stabil menghadapi berbagai situasi.

Strategi Rani sederhana: beri waktu dan ruang bagi anak untuk meluapkan emosinya dulu. Setelah reda, barulah ajak bicara.

“Menurut aku, anak perlu merasa aman dulu sebelum dikasih arahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan untuk tidak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Logika anak dua tahun tentu berbeda dengan orang dewasa. Yang paling penting adalah pendampingan yang konsisten dan penuh kasih.

Ada lagi tips dari Siti Nurhaliza (29). Saat tanda-tanda tantrum muncul, ia kerap mengalihkan perhatian anak ke hal yang disukainya. Bisa dengan mengajak main, menyanyi bersama, atau aktivitas ringan lain yang bisa memperbaiki mood.

Memang, fase ini bisa sangat melelahkan. Tapi justru di masa-masa inilah anak paling membutuhkan ketenangan dan kestabilan dari orang tuanya untuk belajar mengendalikan emosi.

Dan seperti diingatkan Mom Siti, fase terrible two ini tidak akan berlangsung selamanya.

“Nggak selamanya anak bakal tantrum terus. Jadi jangan terlalu keras sama anak, dan juga jangan terlalu keras sama diri sendiri sebagai orang tua,” jelasnya.

Bagaimanapun, ini adalah fase belajar baik bagi si kecil maupun bagi kita.


Halaman:

Komentar