Menghadapi Badai Emosi Balita: Kisah Nyata Para Ibu Lewati Fase Terrible Two

- Senin, 02 Februari 2026 | 18:54 WIB
Menghadapi Badai Emosi Balita: Kisah Nyata Para Ibu Lewati Fase Terrible Two

Usia dua tahun, atau yang sering disebut fase toddler, memang masa yang unik. Tiba-tiba saja, si kecil yang dulu penurut mulai berubah. Barang-barang suka dilempar, gigitan kerap terjadi, dan berbagai aksi lain yang bikin orang tua kerap menghela napas.

Tapi jangan buru-buru stres. Kondisi ini sebenarnya wajar, kok. Fase terrible two itu memang cirinya begitu: emosi anak bisa meledak-ledak dan susah ditebak. Mereka sedang belajar jadi pribadi yang mandiri, namun belum punya kemampuan bahasa yang cukup untuk mengungkapkan isi hati. Alhasil, ya, semua keluar lewat tangisan atau amukan.

Di sinilah peran kita sebagai orang tua diuji. Kunci utamanya? Tetap tenang dan responsif. Kalau kamu merasa bingung harus mulai dari mana, beberapa ibu dari komunitas kumparanMOM punya cerita dan tips yang mungkin bisa menginspirasi.

Cerita dari Lapangan: Menghadapi Ledakan Emosi Si Kecil

Jujur saja, bagi banyak ibu, fase ini cukup menguras tenaga dan kesabaran. Hal-hal sepele bisa tiba-tiba jadi pemicu drama besar, terutama saat keinginan anak tidak terpenuhi.

Seperti yang dialami Dina Prameswari (32).

“Sebagai orang tua, ini (fase terrible two) cukup bikin capek mental karena kita harus ekstra sabar setiap hari,” tuturnya.

Dari pengalamannya, hal pertama yang harus dilakukan justru adalah menenangkan diri sendiri. Kalau orang tua ikut terbawa emosi, situasi malah bisa runyam. Dina biasanya berusaha sejajar dengan anak, mengajaknya bicara pelan, dan memberi pelukan jika si kecil mau. Penjelasan baru diberikan setelah emosi mereda.

“Setelah anak lebih tenang, baru aku jelasin pelan-pelan tanpa nada marah,” sarannya.


Halaman:

Komentar