Ucapannya singkat, tapi jelas. Ia ingin sorotan media dan desakan netizen mendorong proses hukum.
Persoalannya tak cuma soal CCTV. Ammar juga menyelipkan keberatan lain. Ia tak ingin lagi dititipkan di Rutan Salemba, atau bahkan dipindah ke Nusakambangan. Pilihannya adalah Lapas Narkotika Cipinang, yang ia anggap lebih proporsional untuk warga binaan seperti dirinya.
Di akhir pernyataannya, ada permintaan yang lebih personal. Ia meminta doa. Doa agar perkara ini segera berakhir, proses hukumnya transparan, dan ia bisa pulang ke keluarga. Ada nuansa harap dan lelah yang terasa.
Sayangnya, jalan menuju rekaman itu masih terhalang. Sebelumnya, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat sempat berpendapat bahwa kehadiran CCTV belum mendesak. Posisi JPU pun sama. Mereka beralasan tak punya kewenangan karena CCTV berada di instansi yang berbeda dengan penyidik. Alasan klasik, tapi sering jadi tembok yang sulit ditembus.
Artikel Terkait
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta
TXT Dikritik karena Diduga Gunakan AI Murahan di Trailer Comeback
Jobstreet Luncurkan Fitur Pencarian Kandidat Gratis untuk Akses 50 Juta Profil
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker