Ucapannya singkat, tapi jelas. Ia ingin sorotan media dan desakan netizen mendorong proses hukum.
Persoalannya tak cuma soal CCTV. Ammar juga menyelipkan keberatan lain. Ia tak ingin lagi dititipkan di Rutan Salemba, atau bahkan dipindah ke Nusakambangan. Pilihannya adalah Lapas Narkotika Cipinang, yang ia anggap lebih proporsional untuk warga binaan seperti dirinya.
Di akhir pernyataannya, ada permintaan yang lebih personal. Ia meminta doa. Doa agar perkara ini segera berakhir, proses hukumnya transparan, dan ia bisa pulang ke keluarga. Ada nuansa harap dan lelah yang terasa.
Sayangnya, jalan menuju rekaman itu masih terhalang. Sebelumnya, Majelis Hakim PN Jakarta Pusat sempat berpendapat bahwa kehadiran CCTV belum mendesak. Posisi JPU pun sama. Mereka beralasan tak punya kewenangan karena CCTV berada di instansi yang berbeda dengan penyidik. Alasan klasik, tapi sering jadi tembok yang sulit ditembus.
Artikel Terkait
Hindari Bubur hingga Kepiting: Makanan yang Dipercaya Bawa Sial Saat Imlek
Ini Dia Brand Hijab Favorit Komunitas, dari Sattka hingga Jasmine
Jakarta Siaga: Hujan Ekstrem Besok, Ini Langkah Nyata Lindungi Keluarga
Syifa Hadju Bersinar dalam Kebaya Terakota di Momen Lamaran dengan El Rumi