Bagi warga di pesisir, seperti beberapa kawasan Jakarta Utara, waspadai juga gelombang tinggi dan air rob. Pantau terus anak-anak, jangan biarkan mereka bermain di genangan atau aliran air yang deras.
Keempat, soal energi dan informasi. Isi daya ponsel dan power bank dari sekarang. Listrik bisa padam kapan saja saat hujan dan angin kencang melanda. Pantau terus perkembangan cuaca terbaru lewat akun-akun resmi BMKG atau media terpercaya. Informasi yang cepat bisa bantu kita ambil keputusan tepat waktu.
Kelima, antisipasi banjir. Naikkan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi. Kalau banjir sudah datang, utamakan keselamatan. Segera bawa keluarga ke lantai atas jika memungkinkan, dan hindari berjalan di air banjir yang bergerak deras.
Keenam, perhatikan kelompok rentan. Lansia, anak kecil, dan orang dengan kondisi kesehatan khusus harus dipastikan berada di tempat yang aman, terlindung dari paparan cuaca ekstrem.
Terakhir, siapkan tas siaga bencana. Tas ini bakal sangat berguna jika tiba-tiba harus evakuasi. Isinya antara lain:
- Kotak P3K lengkap.
- Air minum dan makanan tahan lama.
- Pakaian ganti dan selimut darurat.
- Perlengkapan kebersihan pribadi.
- Alat komunikasi seperti ponsel plus charger atau power bank.
- Senter dan baterai cadangan.
- Fotokopi dokumen penting serta sejumlah uang tunai.
Intinya, tetap tenang tapi waspada. Persiapan yang matang bisa mengurangi risiko dan membuat kita lebih siap menghadapi cuaca ekstrem besok.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Desak Hakim Putar CCTV Buktikan Intimidasi Polisi
Hindari Bubur hingga Kepiting: Makanan yang Dipercaya Bawa Sial Saat Imlek
Ini Dia Brand Hijab Favorit Komunitas, dari Sattka hingga Jasmine
Syifa Hadju Bersinar dalam Kebaya Terakota di Momen Lamaran dengan El Rumi