Nah, kalau sudah lewat dari HPL, biasanya dokter akan minta ibu untuk lebih jeli memperhatikan gerakan si kecil di dalam kandungan. Anggap saja normal kalau dalam rentang satu sampai dua jam, janin masih bergerak setidaknya sekali. Selain itu, jangan cuma duduk-duduk atau rebahan saja.
"Lakukan induksi ringan yang bisa dilakukan secara alami seperti aktif berjalan, mengerjakan pekerjaan rumah tangga biasa. Jadi intinya, jangan malas untuk bergerak," saran dr. Dinda.
Di fase 40 hingga 41 minggu ini, pemeriksaan lanjutan lewat USG biasanya akan dilakukan. Tujuannya jelas: untuk mengecek bagaimana keadaan janin, volume air ketuban, plus kondisi plasenta. Hasil dari pemeriksaan inilah yang nanti jadi bahan pertimbangan dokter untuk ambil langkah selanjutnya.
Bagaimana kalau hasilnya kurang bagus? Dokter bisa saja menyarankan induksi persalinan memakai obat. Tapi, kalau induksi dianggap berisiko untuk ibu dan bayi, maka jalan operasi caesar seringkali jadi pilihan yang lebih aman. Semua demi keselamatan kedua pihak.
Yang ditekankan dr. Dinda, ibu hamil harus usahakan tetap tenang dan rajin kontrol. Soal waktu dan cara melahirkan, keputusannya selalu disesuaikan dengan kondisi medis ibu dan janin saat itu. Bukan cuma patok angka usia kehamilan di kalender.
Artikel Terkait
Trump Sinyalkan Kuba Jadi Target Berikutnya Usai Iran
Dokter Richard Lee Ditahan sebagai Tersangka Usai Pemeriksaan di Polda Metro Jaya
Malam Nuzulul Quran: Mengenang Turunnya Wahyu Pertama dan Hikmah bagi Umat
Doa Hari ke-17 Ramadhan: Momentum Mustajab untuk Mohon Ampunan dan Keberkahan