Begitu tulis dr. Darcy Lockman, psikolog dan peneliti relasi asal Amerika Serikat.
Ketimpangan semacam ini, mau tak mau, membuat perempuan memikul beban yang bahkan sering tak mereka sadari sendiri. Rasanya seperti menjalankan tugas tak terlihat yang tak pernah usai.
Dalam jangka panjang, pola mankeeping bisa menggerogoti keseimbangan hubungan. Perempuan merasa bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan pasangan, sementara kebutuhan mereka sendiri terpinggirkan. Padahal, hubungan yang sehat bukanlah soal siapa yang paling kuat menahan beban.
Namun begitu, ini lebih tentang kemauan untuk bertumbuh bersama. Kehadiran mankeeping seharusnya jadi alarm. Bahwa cinta, sejatinya, tak boleh dibangun di atas pengorbanan sepihak.
Artikel Terkait
Pantun Imlek Kocak, Senjata Ampuh Minta Angpao Tanpa Canggung
Imlek 2026, Sajikan 5 Kue Khas Ini Selain Kue Keranjang
Video Lawas Aurelie Moeremans Ungkap Pernikahan Dipaksa Roby Tremonti
Minyak Kelapa Kembali Naik Daun, Benarkah Ampuh Atasi Rambut Rusak?