Begitu tulis dr. Darcy Lockman, psikolog dan peneliti relasi asal Amerika Serikat.
Ketimpangan semacam ini, mau tak mau, membuat perempuan memikul beban yang bahkan sering tak mereka sadari sendiri. Rasanya seperti menjalankan tugas tak terlihat yang tak pernah usai.
Dalam jangka panjang, pola mankeeping bisa menggerogoti keseimbangan hubungan. Perempuan merasa bertanggung jawab penuh atas kebahagiaan pasangan, sementara kebutuhan mereka sendiri terpinggirkan. Padahal, hubungan yang sehat bukanlah soal siapa yang paling kuat menahan beban.
Namun begitu, ini lebih tentang kemauan untuk bertumbuh bersama. Kehadiran mankeeping seharusnya jadi alarm. Bahwa cinta, sejatinya, tak boleh dibangun di atas pengorbanan sepihak.
Artikel Terkait
Pegadaian: Investasi Emas Digital Bisa Dimulai dari Rp10.000
YouTuber Bigmo Ditahan sebagai Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Azizah Salsha
Isyana Sarasvati Bantah Tuduhan Sekte Satanik Lewat Unggahan Media Sosial
Isyana Sarasvati Dituding Ikut Sekte Satanik Usai Tampilkan Visual Mata Satu