Menurut dr. Hayin Naila, seorang konselor laktasi dari HA-Medika Kendal, kunci keberhasilan ASI eksklusif sangat bergantung pada pendampingan yang tepat sejak awal.
"Banyak kegagalan menyusui sebenarnya bukan karena ketidakmampuan ibu," tegasnya. "Tapi lebih karena minimnya informasi dan dukungan yang benar."
Ia menekankan, peran konselor adalah mendampingi, bukan menghakimi. Ibu perlu merasa aman, didengar, dan diyakinkan bahwa tubuhnya mampu memberikan yang terbaik bagi bayinya. Menurutnya, konseling yang berkelanjutan akan mendongkrak motivasi ibu untuk bertahan memberikan ASI eksklusif hingga enam bulan penuh.
Jadi, kesimpulannya jelas. Konselor laktasi punya peran sentral dalam meningkatkan angka keberhasilan ASI eksklusif. Melalui edukasi, pendampingan, dan dukungan psikososial yang menyeluruh, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ibu dan bayi saat ini. Lebih dari itu, mereka berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia kita di masa depan.
Oleh karena itu, penguatan peran konselor laktasi baik di faskes maupun di tengah masyarakat harus terus didorong. Ini harus jadi bagian yang tak terpisahkan dari strategi kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
Artikel Terkait
Apivita Luncurkan Beevine Elixir, Formula Lebah untuk Reboot Kolagen Kulit
Haid Terlambat? Jangan Langsung Panik, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Momen Liburan yang Berkilau: Simpan Kenangan dengan Perhiasan Bermakna
BPOM Tarik Susu Formula Nestlé Meski Uji Sampel Dinyatakan Negatif