Enam bulan pertama kehidupan bayi itu masa yang krusial. Dan di fase ini, ASI eksklusif adalah fondasi terpenting untuk memastikan gizi mereka terpenuhi secara optimal. WHO dan UNICEF sudah lama sekali merekomendasikan hal ini. Alasannya jelas: ASI terbukti bisa menurunkan risiko infeksi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan mendukung tumbuh kembang anak. Tapi di Indonesia, target ASI eksklusif masih jauh dari kata ideal.
Banyak kendala yang menghadang. Mulai dari pengetahuan ibu yang masih kurang, beredarnya mitos seputar menyusui, sampai minimnya dukungan dari tenaga kesehatan yang benar-benar paham. Di sinilah peran konselor laktasi menjadi sangat vital. Mereka bukan sekadar pemberi informasi, tapi lebih sebagai pendamping.
Peran mereka strategis. Mereka mendampingi ibu sejak masa kehamilan, melalui proses persalinan, hingga periode menyusui berjalan. Bukan cuma urusan teknis seperti posisi menyusui atau cara perlekatan yang benar. Mereka juga membantu mengatasi masalah sehari-hari yang kerap bikin ibu stres: puting lecet, rasa khawatir ASI kurang, atau kecemasan psikologis pascamelahirkan.
Pendekatannya personal, penuh empati. Dengan cara ini, konselor laktasi berhasil membangun kepercayaan diri ibu. Hasilnya? Ibu jadi lebih yakin dan gigih memberikan ASI secara eksklusif. Jadi, kontribusi mereka langsung terasa untuk keberlanjutan praktik menyusui.
Di sisi lain, peran konselor laktasi ternyata juga berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Faktanya, ASI eksklusif adalah intervensi gizi yang paling efektif dan terjangkau untuk menekan angka malnutrisi pada bayi. Mereka bertindak sebagai jembatan antara kebijakan kesehatan di atas kertas dengan realita di lapangan. Tugasnya memastikan pesan-pesan ilmiah soal pentingnya ASI bisa dipahami dan diterapkan oleh ibu serta keluarganya.
Dukungan semacam ini makin penting di tengah gempuran iklan susu formula dan informasi simpang-siur yang belum tentu benar.
Artikel Terkait
Apivita Luncurkan Beevine Elixir, Formula Lebah untuk Reboot Kolagen Kulit
Haid Terlambat? Jangan Langsung Panik, Bisa Jadi Ini Penyebabnya
Momen Liburan yang Berkilau: Simpan Kenangan dengan Perhiasan Bermakna
BPOM Tarik Susu Formula Nestlé Meski Uji Sampel Dinyatakan Negatif