Suasana hening sejenak pecah oleh kicauan merdu. Saat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sedang berpidato meresmikan 'Tabung Harmoni Hijau' di Rumbai, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026) pagi tadi, seekor burung tak dikenal ikut bersuara. Kicauannya datang dari balik kebun jagung di belakang sang jenderal, seolah memberi restu atas langkah pelestarian alam yang digaungkan.
Herry Heryawan pun terhenti. "Ini burung apa? Asli atau rekaman?" tanyanya, disambut gelak tawa dan teriakan "Asli, asli!" dari hadirin.
"Masyaallah, coba…," gumannya, terpana.
"Mestakung (semesta mendukung)!" sahut seseorang dari kerumunan, diiringi tepuk tangan riuh. Sang Kapolda hanya tersenyum, menunjuk ke belakang. "(Suaranya) ada di belakang saya," ujarnya. Setelah burung itu pergi, ia melanjutkan pidato tentang pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang.
Inisiatif 'Tabung Harmoni Hijau' ini, menurut Herry yang akrab disapa Herimen bukan sekadar proyek penghijauan biasa. Ia menegaskannya sebagai jawaban strategis yang memadukan tiga hal: kepentingan sosial, ekologi, dan kebijakan publik. Intinya, ini adalah upaya nyata.
Dan salah satu fungsi utamanya cukup konkret: menjadi pusat hilirisasi pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Dari sinilah bahan baku segar akan disuplai ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Ini tempat hilirisasi. Penyiapan bahan makanan yang akan disuplai ke dapur SPPG, bahan bakunya berasal dari sini," jelas Herry.
Di atas lahan produktif itu, beragam unit usaha berjalan. Ada perkebunan sayuran hidroponik, peternakan ayam petelur dengan 456 ekor ayam, hingga kolam jaring apung yang membudidayakan 20.000 ekor ikan nila dan patin. Tak ketinggalan, 54 ekor kambing juga dipersiapkan untuk kebutuhan kurban. Sebuah ekosistem mandiri yang dibangun dari lahan milik pemkot.
Dukungan dan Rencana Edukasi dari Pemkot
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang hadir dalam peresmian, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia mengaku tak menyangka lahan itu bisa disulap sedemikian rupa oleh Kapolda.
"Tentu ini adalah sebuah tempat yang kami saja tidak terpikirkan. Ini adalah aset Pemerintah Kota yang Pak Kapolda 'sulap' menjadi miniatur dan tentu menjadi tempat edukasi bagi anak-anak sekolah," ujar Agung.
Menurutnya, transformasi lahan dari yang statis menjadi pusat pembelajaran pertanian dan peternakan yang representatif adalah pencapaian besar. Potensi edukasinya sangat menjanjikan.
Karena itu, Pemkot Pekanbaru berencana menjadwalkan kunjungan rutin siswa-siswa ke lokasi tersebut. "Kami menjadwalkan anak-anak sekolah bisa melihat di sini. Ada lima macam (sektor) mulai dari peternakan maupun pertanian yang bisa dipelajari," imbuh Agung.
Tabung Harmoni Hijau, dengan demikian, bukan cuma soal menanam atau beternak. Ia dirancang menjadi ruang hidup yang memberi manfaat berlapis dari pangan hingga ilmu disertai sebuah kicauan burung yang mungkin akan selalu dikenang sebagai pembuka cerita.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR: Pancasila Harus Jadi Kompas Kebijakan di Tengah Ancaman Ekonomi Global
Proyek Galian PDAM di TB Simatupang Picu Kemacetan Panjang hingga Pasar Rebo
BGN Kaji Perluasan Program Makan Bergizi Gratis untuk Anak Sekolah Indonesia di Jeddah
China Southern Airlines Buka Rute Langsung Xinjiang-Frankfurt, Perjalanan ke Eropa Tengah Dipangkas Lebih 10 Jam