Suasana hening sejenak pecah oleh kicauan merdu. Saat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan sedang berpidato meresmikan 'Tabung Harmoni Hijau' di Rumbai, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026) pagi tadi, seekor burung tak dikenal ikut bersuara. Kicauannya datang dari balik kebun jagung di belakang sang jenderal, seolah memberi restu atas langkah pelestarian alam yang digaungkan.
Herry Heryawan pun terhenti. "Ini burung apa? Asli atau rekaman?" tanyanya, disambut gelak tawa dan teriakan "Asli, asli!" dari hadirin.
"Masyaallah, coba…," gumannya, terpana.
"Mestakung (semesta mendukung)!" sahut seseorang dari kerumunan, diiringi tepuk tangan riuh. Sang Kapolda hanya tersenyum, menunjuk ke belakang. "(Suaranya) ada di belakang saya," ujarnya. Setelah burung itu pergi, ia melanjutkan pidato tentang pentingnya menjaga alam untuk generasi mendatang.
Inisiatif 'Tabung Harmoni Hijau' ini, menurut Herry yang akrab disapa Herimen bukan sekadar proyek penghijauan biasa. Ia menegaskannya sebagai jawaban strategis yang memadukan tiga hal: kepentingan sosial, ekologi, dan kebijakan publik. Intinya, ini adalah upaya nyata.
Dan salah satu fungsi utamanya cukup konkret: menjadi pusat hilirisasi pangan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah. Dari sinilah bahan baku segar akan disuplai ke dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Ini tempat hilirisasi. Penyiapan bahan makanan yang akan disuplai ke dapur SPPG, bahan bakunya berasal dari sini," jelas Herry.
Artikel Terkait
Survei LSI: Mayoritas Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Istana Angkat Bicara
Dua Prajurit Atlet Langsung Naik Pangkat Usai Bawa Emas SEA Games
Sisa Kayu Banjir Lalu Kembali Hanyut di Sungai Wih Gile
Golkar Tegaskan Syarat: Pilkada Lewat DPRD Harus Libatkan Rakyat