Di atas lahan produktif itu, beragam unit usaha berjalan. Ada perkebunan sayuran hidroponik, peternakan ayam petelur dengan 456 ekor ayam, hingga kolam jaring apung yang membudidayakan 20.000 ekor ikan nila dan patin. Tak ketinggalan, 54 ekor kambing juga dipersiapkan untuk kebutuhan kurban. Sebuah ekosistem mandiri yang dibangun dari lahan milik pemkot.
Dukungan dan Rencana Edukasi dari Pemkot
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang hadir dalam peresmian, menyampaikan apresiasi tinggi. Ia mengaku tak menyangka lahan itu bisa disulap sedemikian rupa oleh Kapolda.
"Tentu ini adalah sebuah tempat yang kami saja tidak terpikirkan. Ini adalah aset Pemerintah Kota yang Pak Kapolda 'sulap' menjadi miniatur dan tentu menjadi tempat edukasi bagi anak-anak sekolah," ujar Agung.
Menurutnya, transformasi lahan dari yang statis menjadi pusat pembelajaran pertanian dan peternakan yang representatif adalah pencapaian besar. Potensi edukasinya sangat menjanjikan.
Karena itu, Pemkot Pekanbaru berencana menjadwalkan kunjungan rutin siswa-siswa ke lokasi tersebut. "Kami menjadwalkan anak-anak sekolah bisa melihat di sini. Ada lima macam (sektor) mulai dari peternakan maupun pertanian yang bisa dipelajari," imbuh Agung.
Tabung Harmoni Hijau, dengan demikian, bukan cuma soal menanam atau beternak. Ia dirancang menjadi ruang hidup yang memberi manfaat berlapis dari pangan hingga ilmu disertai sebuah kicauan burung yang mungkin akan selalu dikenang sebagai pembuka cerita.
Artikel Terkait
Kemacetan Parah Landa Kawasan Lapangan Banteng Imbas Gelaran Lebaran Betawi
Sekretaris Kabinet Kritik Inflasi Pengamat yang Tak Berdasar Data
Otoproject Ekspansi ke Bekasi dan Serpong dengan Konsep Studio Modern
Jatim Libatkan 7.500 Relawan Santri dan Mahasiswa untuk Percepat Sertifikasi Tanah