Kolaborasi baru digagas pemerintah untuk mengubah nasib penerima bansos. Kementerian Sosial dan Kementerian Koperasi baru saja menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang intinya mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk aktif di Koperasi Desa Merah Putih. Jadi, bukan cuma terima bantuan, mereka diajak naik kelas.
Targetnya jelas: sekitar 18 juta KPM yang selama ini mendapat PKH dan Bantuan Pangan Sembako, bakal diarahkan masuk koperasi. “Seluruh KPM penerima bansos Kemensos akan didorong menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih,” tegas Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul.
Pernyataan itu disampaikannya dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Menurut Gus Ipul, penguatan koperasi desa ini akan jadi jalur utama pemberdayaan. Dari sekadar penerima bantuan, diharapkan mereka bisa berubah jadi pelaku usaha yang produktif lewat ekosistem koperasi.
Acara penandatanganan sendiri berlangsung di Koperasi Desa Merah Putih Desa Renjang, Kabupaten Serang. Tak cuma tanda tangan di atas kertas, Kemensos juga langsung menyerahkan bantuan konkret: 67 unit kandang ayam lengkap dengan ayam siap bertelur. Setiap kandang berisi 24 ekor, plus pakan dan vitamin untuk menjamin usaha ini bisa jalan terus.
Di sisi lain, kondisi di lapangan sudah mulai tumbuh. Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut, di Kabupaten Serang saja sudah ada delapan koperasi desa yang terbentuk dan beroperasi.
“Ini kolaborasi yang strategis,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Ia menegaskan, dukungan pada Kopdes ini bukan dengan mengurangi Dana Desa, melainkan mengarahkan pengelolaannya agar lebih produktif melalui kelembagaan koperasi.
Aset koperasi nantinya bisa menjadi aset desa, dan sebagian hasilnya dapat memperkuat pendapatan desa.
Lalu, bagaimana dengan program-program lain? Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko melihat ini sebagai bagian dari gerakan serentak. Mulai dari program pangan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi, semuanya harus berkolaborasi.
“BP Taskin akan mengkolaborasikan langkah percepatan pengentasan kemiskinan bersama kementerian/lembaga terkait,” katanya.
Pada akhirnya, PKS ini ingin menciptakan rantai pemberdayaan yang terukur. Bansos tetap berfungsi sebagai jaring pengaman sosial, sementara koperasi desa diharapkan bisa menjadi tangga menuju kemandirian ekonomi warga. Sebuah transisi yang ambisius, tapi perlahan mulai diwujudkan.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Gus Ipul, Ferry Juliantono, Yandri Susanto, beserta wakil-wakil menteri dan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
Artikel Terkait
InJourney Airports Siapkan 14 Bandara untuk Pemulangan Lebih dari 200 Ribu Jemaah Haji
Harga Cabai Rawit di Jombang Tembus Rp100.000 Per Kilogram Pascaidul Adha
Menteri Pertahanan Israel: Tak Akan Ada Ketenangan di Beirut Selama Hizbullah Masih Serang
Remaja Tenggelam di Curug Rambukasang Brebes Ditemukan Tewas, Dua Teman Selamat