Megawati Kirim Surat Ucapan Selamat untuk Pemimpin Tertinggi Iran Baru

- Minggu, 15 Maret 2026 | 16:05 WIB
Megawati Kirim Surat Ucapan Selamat untuk Pemimpin Tertinggi Iran Baru

Beberapa waktu lalu, suasana di rumah Megawati Soekarnoputri di kawasan Menteng cukup ramai. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, datang berkunjung. Agenda utamanya? Menyampaikan sebuah surat ucapan selamat dari mantan Presiden Indonesia itu untuk Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang baru saja ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Surat itu sendiri baru terungkap ke publik pada suatu Minggu di pertengahan Maret. Isinya panjang dan cukup mendalam. Megawati, yang kini menjadi Ketua Umum PDIP, memuji proses pemilihan yang dijalani Khamenei. Menurutnya, pemilihan itu berlangsung dalam situasi yang penuh tantangan, tapi toh sang Ayatollah berhasil meraih kepercayaan luas, baik dari kalangan ulama maupun rakyat biasa.

"Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia," tulis Megawati.

Ia melihat kemampuan Khamenei menyatukan kepemimpinan Iran sebagai sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Nah, dari situ, pikiran Mega langsung melayang ke masa lalu. Tepatnya, pada ajaran sang ayah, Bung Karno. Dalam suratnya, ia dengan lancar menyinggung pesan-pesan proklamator pertama Indonesia itu. Soal persatuan nasional, kemandirian, dan tentu saja, kedaulatan. Bung Karno, tegas Mega, adalah sosok yang gigih menentang imperialisme dan kolonialisme dalam segala bentuknya.

"Perjuangan tersebut dibangun melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Gerakan Non-Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO) tahun 1965," tambahnya merinci warisan diplomasi sang ayah.

Menariknya, Mega merasa ada benang merah yang kuat. Pemikiran geopolitik Bung Karno yang mengedepankan kesetaraan dan keadilan itu, rupanya ia lihat juga tercermin dalam semangat bangsa Iran. Baginya, Iran adalah contoh nyata. Di tengah tekanan dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan, mereka tetap tegak sebagai bangsa yang berdaulat secara politik, mandiri di bidang ekonomi, dan punya jati diri dalam budaya.

“Atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno,” ujarnya menyelipkan istilah khas itu.

Karena itu, Mega yakin betul. Kepemimpinan Mojtaba Khamenei akan sejalan dengan para pendahulunya di Iran, yang visinya beririsan dengan perjuangan Bung Karno untuk keadilan global. Ia bahkan menyebut falsafah bangsa Indonesia, Pancasila, yang juga mengusung prinsip hidup damai dan kesetaraan tanpa sekat.

Di bagian lain surat, Mega tak lupa menyoroti peran PBB. Harapannya jelas: ia ingin organisasi dunia itu lebih aktif dan punya nyali. Khususnya dalam menangani konflik di Timur Tengah. PBB, dalam pandangannya, harus berani menghentikan invasi sepihak dan menjadi penegak keadilan yang sesungguhnya, seperti yang selalu didengungkan Bung Karno.

Surat yang berisi ucapan selamat itu ditutup dengan doa. Mega berharap kepemimpinan Khamenei diberi kekuatan dan kebijaksanaan untuk membawa Iran keluar dari krisis. Tujuannya satu: menuntun Iran menjadi bangsa yang maju, bermartabat, dan ikut membangun dunia yang lebih damai untuk semua.

"Kepercayaan telah diberikan dan tantangan besar telah menanti," tulisnya, mengakui jalan berat yang harus ditempuh pemimpin baru Iran itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar