BYD Racco EV Siap Guncang Pasar Jepang, Lawan Honda & Nissan di 2026

- Selasa, 04 November 2025 | 05:50 WIB
BYD Racco EV Siap Guncang Pasar Jepang, Lawan Honda & Nissan di 2026
BYD Racco EV: Mobil Listrik Mungil yang Tantang Honda & Nissan di Jepang

BYD Racco EV Siap Guncang Pasar Kei Car Jepang, Debut Pertama di 2026

Kehadiran BYD Racco EV menjadi ancaman serius bagi pemain lama Jepang seperti Honda N-One dan Nissan Sakura di pasar mobil mungil atau kei car. Pabrikan otomotif asal Tiongkok ini mengambil langkah strategis dengan merancang model khusus untuk pasar internasional, dan memilih Jepang sebagai lokasi debut pertamanya.

Desain Fungsional Khas Kei Car dengan Sentuhan Futuristik

BYD Racco EV menghadirkan tampilan klasik kei car dengan bodi yang kotak, tegak, dan sangat fungsional. Mobil ini dilengkapi dengan pintu geser belakang yang meningkatkan kepraktisan. Dimensinya mematuhi regulasi ketat kei car Jepang: panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.800 mm.

Yang membedakannya adalah interiornya yang modern. Kabin BYD Racco EV dilengkapi dengan panel instrumen digital dan layar hiburan berukuran besar, fitur yang masih jarang ditemui pada mobil pesaing di segmen yang sama. Tata letak empat kursinya diatur secara efisien untuk menawarkan ruang yang lega tanpa mengorbankan sifat compact-nya.

Spesifikasi dan Daya Jelajah BYD Racco EV

Spesifikasi mesin BYD Racco EV belum diumumkan secara resmi. Sesuai dengan peraturan kei car, tenaga yang dihasilkan kemungkinan dibatasi sekitar 47 kW. Untuk sumber tenaga, BYD akan menyediakan dua varian baterai lithium iron phosphate 'Blade' pilihannya, yaitu versi untuk jarak pendek dan jarak jauh.

Estimasi daya jelajah mobil listrik ini bisa mencapai 180 km berdasarkan standar WLTP. Angka ini membuatnya setara dengan kompetitor lokal terkemuka seperti Mitsubishi eK X EV dan Nissan Sakura.

BYD Racco EV dijadwalkan akan mulai dijual secara resmi di pasar Jepang pada pertengahan tahun 2026. Kehadirannya diprediksi akan memanaskan persaingan di segmen mobil listrik mungil negara tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar