Di Tengah Derita Stroke, Harry Tjahjono Menulis Memoar sebagai Obat

- Selasa, 09 Desember 2025 | 18:50 WIB
Di Tengah Derita Stroke, Harry Tjahjono Menulis Memoar sebagai Obat

Melawan Sakit, Harry Tjahjono Ungkap Tantangan Menulis Memoar Terbarunya

Pada Jumat (5/12) lalu, suasana di Perpustakaan Jakarta & PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, terasa hangat dan penuh kenangan. Di situlah Harry Tjahjono secara resmi meluncurkan memoarnya yang berjudul Dari Selamat Tinggal Duka sampai Si Doel Anak Sekolahan. Acara itu sendiri ramai dihadiri, tak cuma oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, tapi juga para pemeran legendaris serial Si Doel Anak Sekolahan.

Bagi banyak yang hadir, momen itu seperti angin nostalgia. Harry berharap, melalui buku ini, kumpulan karyanya terutama karakter Si Doel yang melegenda tak akan begitu saja terlupakan. Ia ingin semua itu terus dikenang.

Namun begitu, di balik peluncuran yang meriah itu, ada sebuah perjuangan yang jauh dari sorotan. Harry ternyata harus berhadapan dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya selama proses penulisan berlangsung. Sungguh luar biasa, kondisi itu sama sekali tak mematahkan semangatnya. Justru sebaliknya.

Bagi Harry, menulis memoar ini bagaikan mencari obat. Aktivitas itu memaksa pikirannya tetap aktif, berjuang agar tidak ikut lumpuh oleh stroke yang dideritanya.

"Saya menganggap ini sebagai obat. Saya harus menjaga supaya otak saya tidak ikut dilumpuhkan oleh strok," tuturnya.

Dibandingkan karya-karya sebelumnya, proses menulis buku ini menghadirkan tantangan yang berbeda. Harry mengaku dirinya kini lebih "dingin". Meski sebenarnya, sikap itu sudah jadi bagian dari dirinya sejak dulu.

"Ya beda lah. Saya lebih dingin sekarang. Saya lebih dingin. Tetapi dari dulu juga saya dingin," lanjutnya.

Meski begitu, tantangan fisik itu nyatanya tak membunuh imajinasinya. Saat menulis novel Si Doel Anak Sekolahan dulu, misalnya, inspirasi justru datang dari sosok Rano Karno.

"Saya merekam dinamika imajinasi Rano Karno itu di dia. Dan bertahun tahun loh saya dengan pak gubernur ini. Justru saya bisa. Bisa mendengarkan cerita obsesi dia, harapan dia, imajinasi yang aneh aneh. Ada dia tuh," ujar Harry.

Rano Karno, yang kini menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, memang punya ikatan kuat dengan karya Harry. Namanya melekat erat sebagai Bang Doel, karakter ikonik yang dibawanya di serial televisi itu. Hubungan mereka ternyata bukan sekadar kerja biasa, melainkan sebuah kolaborasi panjang yang melahirkan legenda.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar