Becak Listrik dari Presiden, Harapan Baru Tukang Becak Purwokerto

- Selasa, 09 Desember 2025 | 23:30 WIB
Becak Listrik dari Presiden, Harapan Baru Tukang Becak Purwokerto

Bagi Al Maskur, roda tiga itu bukan sekadar alat transportasi. Itu adalah nafas hidupnya. Sudah sepuluh tahun lebih pria 63 tahun itu mengayuh becak di jalanan Purwokerto, menghidupi istri dan anaknya yang masih kecil. Kini, ada angin segar. Sebuah becak listrik baru, bantuan dari Presiden Prabowo Subianto, memberinya harapan baru untuk bisa mencari rezeki lebih ringan.

"Mudah-mudahan dengan becak listrik ini kita bisa nyari penumpang lebih jauh," ujar Maskur, suaranya penuh harap.

Ia mengaku, mangkal bersama banyak kawan sesama tukang becak. Persaingan tentu ada. Tapi bantuan ini memberinya semangat.

"Jadi kami bersyukur karena Pak Prabowo bisa membantu kami dengan becak listrik ini. Semoga lebih ringan, terutama buat kesehatan," tambahnya.

Bantuan itu datang melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, tak kurang dari 280 unit becak listrik disalurkan khusus untuk para tukang becak lanjut usia. Sebelumnya, program serupa juga sudah digulirkan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. Rembang, Demak, Pati, hingga Brebes dan Purbalingga sudah merasakan manfaatnya.

Program yang katanya bersumber dari dana pribadi presiden itu benar-benar menjadi asa. Di rumah, beban Maskur tidak ringan. Istrinya bekerja sebagai buruh, sementara satu anaknya masih duduk di bangku SD. Setiap sen uang yang dibawa pulang sangat berarti.

"Prinsipnya, kami tetap berusaha untuk menghidupi keluarga," katanya dengan nada tegar.

"Anak sekolah SD alhamdulillah, ya bagaimana caranya tetap kita atasi masalah-masalah dana."

Duduk di becaknya yang dulu, Maskur bercerita tentang suka duka profesinya. Sukanya sederhana: saat orderan banyak. Dukanya juga jelas, saat hari-hari sepi melanda. Ia bahkan bercanda getir.

"Sukanya kalau tarikan sedang bagus. Kalau sedang sepi, ya sehari pulang dicuekin istri," ujarnya sambil tersenyum.

Namun begitu, ia tak pernah menyerah. Bertahan demi keluarga adalah pilihan satu-satunya. Bahkan, ia kerap mencari pekerjaan tambahan lain agar dapur tetap mengepul. "Alhamdulillah yang penting sehat," ucapnya. "Pengalaman saya jadi tukang becak itu sebenarnya karena kebutuhan keluarga. Masih belum bisa mencukupi, jadi cari tambahan. Tapi syukur alhamdulillah tetap berusaha walaupun jadi tukang becak."

Hampir satu dekade hidupnya bergantung pada roda tiga kayuhnya. Tapi ia tak mengeluh. Menurutnya, menarik becak di Banyumas justru menyenangkan karena warganya ramah-ramah. Maka, bantuan becak listrik ini terasa sangat spesial. "Makanya, alhamdulillah Pak Prabowo, saya terima kasih sekali," katanya, haru nyaris terdengar.

Ia bahkan masih mengingat betul momen langka bertemu langsung dengan sang presiden. Saat itu, Prabowo datang untuk meresmikan sebuah sumur bor. Maskur datang dengan becak kayuhnya.

"Kemarin ketika Pak Prabowo datang ke peresmian sumur bor, alhamdulillah saya datang ke sana bawa becak sendirian. Alhamdulillah ketemu langsung dengan Bapak," kenangnya.

Di akhir obrolan, harapannya sederhana namun penuh solidaritas. Ia berharap teman-teman tukang becak lain di seantero Banyumas juga mendapat kesempatan yang sama seperti yang kini ia rasakan. Sebuah harapan untuk hidup yang sedikit lebih mudah.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar