PARIS Malam nanti, Parc des Princes bakal jadi saksi. Duel panas antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen di leg pertama semifinal Liga Champions. Kick-off dini hari, Rabu, 29 April 2026.
Ini bukan sekadar laga biasa. Dua tim ini punya catatan mencetak 38 gol di Liga Champions musim 2025/2026. Sama persis. Itu artinya, mereka adalah dua tim paling produktif sejauh ini. Jadi, wajar kalau banyak yang berekspektasi pertandingan ini bakal terbuka. Saling serang. Penuh aksi.
PSG datang dengan trisula yang mengerikan: Desire Doue, Ousmane Dembele, dan Khvicha Kvaratskhelia. Chelsea dan Liverpool sudah jadi korban terakhir mereka. Di sisi lain, Bayern juga punya senjata yang tak kalah mematikan. Ada Harry Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz. Belum lagi Jamal Musiala yang siap menjadi ancaman tambahan dari lini kedua, bermain di belakang Kane dalam formasi 4-2-3-1.
Yang jelas, duel-duel menarik bakal tersaji di seluruh lapangan. Salah satunya, bagaimana kapten PSG, Marquinhos, membendung keganasan Harry Kane. Marquinhos sendiri akan memainkan laga ke-120-nya di Liga Champions malam nanti. Itu artinya, ia menyamai rekor legenda Brasil, Roberto Carlos.
Sementara itu, Harry Kane sedang dalam performa terbaiknya. Musim ini jadi yang paling subur buat dia di Liga Champions. Sudah 12 gol ia cetak, melampaui catatan 11 gol musim lalu. Ini juga jadi jumlah gol tertinggi yang pernah dicetak pemain Inggris dalam satu musim kompetisi. Menariknya lagi, Kane mencetak gol dalam lima pertandingan berturut-turut. Untuk pertama kalinya dalam kariernya.
Ngomong-ngomong soal rekor pertemuan, ini akan jadi duel ke-16 antara PSG dan Bayern di Liga Champions. Bayern unggul telak dengan 9 kemenangan, sementara PSG baru menang 6 kali. Kemenangan 2-1 Bayern di fase liga musim ini juga membuat mereka punya lima kemenangan beruntun atas PSG. Namun begitu, PSG punya alasan untuk optimis. Mereka bisa berkaca pada musim lalu.
Waktu itu, PSG kalah 2-0 dari Arsenal di fase grup. Tapi, di babak semifinal, mereka bangkit dan mengalahkan Arsenal dengan agregat 3-1. Jadi, rekor head to head yang buruk bukan berarti segalanya.
Apalagi, PSG datang dengan modal bagus. Mereka baru saja menang telak 3-0 atas Angers. Kemenangan itu bikin mereka selangkah lagi mengunci gelar Ligue 1 musim ini. Pelatih Luis Enrique pun percaya diri.
“Itu adalah cara terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi semifinal Liga Champions. Ini penting untuk kepercayaan diri setiap pemain, tim, dan para pendukung. Kami siap,” tegasnya di situs klub.
Bayern juga tak kalah mentereng. Selain sudah memastikan gelar Bundesliga, mereka baru saja melakukan comeback gila-gilaan. Sempat tertinggal 0-3 dari Mainz, mereka bangkit dan menang 4-3. Pelatih Vincent Kompany memuji mentalitas timnya.
“Saya menyukai mentalitas seperti ini. Ketika Anda membutuhkan keajaiban di akhir musim, Anda tidak bisa memulai dari nol,” ujarnya.
Dari sisi pemain, PSG hampir tidak punya masalah. Hanya Vitinha yang masih berlatih individu karena cedera tumit. Sementara Bayern, mereka dipastikan tanpa Serge Gnabry, Tom Bischof, dan Sven Ulreich. Cedera. Kompany juga tidak bisa duduk di bangku cadangan karena skorsing. Ia kena kartu kuning ketiga saat leg kedua perempat final melawan Real Madrid. (amr/zuk)
Artikel Terkait
Manchester United Kalahkan Brentford 2-1, Kokoh di Posisi Lima Besar Liga Inggris
PSG dan Bayern Munchen Bersiap Bentrok di Semifinal Liga Champions, Duel Tim Paling Produktif Musim Ini
Dewa United Dikabarkan Pindah Markas ke Sumatera Utara, Klub Lain Juga Incar Daerah Baru
Persib dan Borneo FC Bersaing Ketat di Puncak Klasemen, Aturan Head-to-Head Berpotensi Jadi Penentu Juara