Harga aluminium tergelincir di sesi perdagangan Selasa, 28 April 2026. Penyebabnya? Ada secercah harapan baru soal negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kalau ini benar-benar maju, bukan tidak mungkin jalur pelayaran strategis Selat Hormuz bakal dibuka lagi.
Di Shanghai Futures Exchange, kontrak aluminium paling aktif ambles 1,5 persen ke posisi 24.590 yuan per ton. Itu level terendah sejak 13 April. Sementara di London Metal Exchange (LME), harga aluminium tiga bulan juga ikut merosot 0,46 persen ke USD3.561,5 per ton. Terendah sejak 22 April.
Menurut laporan Reuters, sentimen ini dipicu kabar terbaru: Presiden Donald Trump kabarnya sudah membahas proposal baru dari Iran bersama penasihat keamanan nasionalnya. Tapi jangan keburu optimis. Seorang pejabat AS bilang Trump belum puas. Soalnya, proposal itu disebut tidak menyentuh isu program nuklir Iran.
Pelaku pasar sekarang sedang mengamati arah negosiasi ini. Mereka ingin tahu seberapa besar peluang Selat Hormuz bisa dibuka kembali. Jalur ini, sebelum konflik pecah, menyumbang sekitar 9 persen pasokan aluminium global. Jadi, ya, krusial banget.
Meski kedua pihak sudah duduk bersama, sampai sekarang belum ada kesepakatan buat mengakhiri perang. Perang yang sudah mendorong inflasi dan menekan prospek pertumbuhan ekonomi global. Beberapa analis sebelumnya sempat menaikkan proyeksi harga aluminium karena gangguan pasokan selama konflik. Tapi survei Reuters baru-baru ini menunjukkan, harga diperkirakan bakal kembali turun dari level tinggi saat ini dalam beberapa bulan ke depan.
Dari sisi fundamental, ada sesuatu yang menarik. Analis Everbright Futures mencatat kontras antara penurunan stok di gudang LME dan penumpukan persediaan di Shanghai Futures Exchange. Kondisi ini, kata mereka, membatasi penyempitan selisih harga antara pasar domestik dan global. Agak rumit memang, tapi intinya pasar sedang mencari keseimbangan.
Untuk logam lainnya di Shanghai Futures Exchange, nasibnya juga kurang mujur. Tembaga turun 0,82 persen, timah merosot 2,44 persen, dan seng melemah 2,68 persen. Nikel dan timbal? Relatif stabil, untunglah. Di LME, pergerakannya lebih bervariasi. Nikel malah menguat tipis, sementara logam lain kebanyakan melemah.
Jadi, apakah ini awal dari tren penurunan? Atau cuma koreksi sementara? Semua tergantung bagaimana kelanjutan negosiasi AS-Iran. Dan tentu saja, apakah Selat Hormuz benar-benar bisa kembali ramai dilalui kapal-kapal pengangkut aluminium.
Artikel Terkait
IHSG Merosot Tujuh Hari Beruntun, Tertekan Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Asing
MNC Digital Entertainment Ajukan Pencatatan Saham Sekunder di Bursa Hong Kong
KAI Tutup Sementara Commuter Line Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek, 6 Tewas
IHSG Diprediksi Terkoreksi, MNC Sekuritas Rekomendasikan Empat Saham Buy on Weakness