JLFR Yogyakarta: Sejarah, Pengalaman Pesepeda & Dukungan Polisi

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 21:48 WIB
JLFR Yogyakarta: Sejarah, Pengalaman Pesepeda & Dukungan Polisi

Jogja Last Friday Ride (JLFR): Gelaran Sepeda Ikonik di Kota Yogyakarta

Yogyakarta semakin mengukuhkan predikatnya sebagai Kota Sepeda melalui gelaran Jogja Last Friday Ride (JLFR). Acara komunitas bersepeda yang digelar setiap Jumat terakhir bulan ini berhasil menarik perhatian ribuan pesepeda, terutama setelah viral pada September lalu.

Pengalaman Pesepeda di JLFR Yogyakarta

Herlan, pendatang baru di Yogyakarta, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti JLFR untuk pertama kali. Dengan menempuh jarak 10 kilometer dari Kaliurang menuju Stadion Kridosono, Herlan mengaku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bergabung dengan komunitas sepeda lokal. Meski diguyur hujan, semangatnya tidak surut.

"Saya penasaran. Selama ini kan sepedaan pagi aja. Ternyata ada acara seperti ini," ujar Herlan yang berencana mengikuti JLFR secara rutin setiap bulan.

Pengalaman berbeda diungkapkan Adhi, peserta JLFR untuk kedua kalinya. Bergabung setelah mendengar informasi dari teman, Adhi mengaku tertarik dengan konsep bersepeda bersama yang sudah lama ada di Yogyakarta. "Kepo aja. Ternyata sudah lama," katanya.

Sejarah dan Perkembangan JLFR Yogyakarta

Menurut Seto, warga Yogyakarta yang aktif sejak 2012, JLFR telah menjadi tradisi lama di kota ini. Awalnya digagas pada Mei 2010 oleh sekelompok anak muda di Alun-Alun Utara, kegiatan ini berkembang secara organik tanpa atribut, sponsor, atau biaya pendaftaran.

"Sepedanya bebas. Ada yang fixie, ada BMX, ada pit duwur (sepeda tinggi) juga," jelas Seto mengenai keragaman peserta yang turut serta.

Dukungan Pemerintah dan Pengaturan Lalu Lintas

Kasat Lantas Polresta Yogyakarta AKP Alvian Hidayat mengungkapkan peningkatan partisipasi pesepeda di JLFR. Edisi September lalu tercatat 5.000 pesepeda berpartisipasi. Polisi menyiapkan pengaturan lalu lintas khusus untuk memastikan kelancaran acara.

"Kami dari kepolisian siap untuk pengamanan dan pengawalan kegiatan tersebut sehingga tidak mengganggu masyarakat atau wisatawan lain," tegas Alvian.

JLFR yang bermula dari inisiatif komunitas kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Yogyakarta sebagai Kota Sepeda, menunjukkan bagaimana aktivitas bersepeda bisa menjadi pemersatu masyarakat dengan dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar