Heboh di media sosial bikin pohon randu alas raksasa di Desa Tuksongo, Magelang, tiba-tiba ramai dikunjungi. Padahal, kabarnya pohon berusia ratusan tahun itu sempat mau ditebang. Rencana penebangan yang batal itu justru memancing rasa penasaran banyak orang.
Alamtaro, seorang pengunjung dari Sleman, mengaku sengaja datang karena viralnya berita itu. Tapi bukan cuma itu alasannya.
Dia cukup kaget mendengar wacana penebangan. Baginya, pohon itu sudah jadi semacam ikon bagi Tuksongo.
Alamtaro juga merasakan ada unsur mistis di sekitar pohon. Namun begitu, ia menegaskan bahwa energi yang dirasakannya justru positif, bukan mengganggu.
Tak hanya dia, Yuwan, pengunjung lain, juga penasaran. Ia menyempatkan diri datang khusus untuk berfoto.
Pohon randu alas itu memang luar biasa. Tingginya menjulang lebih dari 30 meter. Bayangkan, untuk memeluk batangnya, dibutuhkan delapan orang dewasa atau lebih. Sayangnya, kini kondisinya tampak mengering dan tak lagi rimbun.
Di samping pohon yang masih berdiri gagah itu, terlihat tumpukan ranting-ranting besar yang telah dipangkas sejak Senin lalu. Pemangkasan itu jadi babak awal dari rencana yang sebenarnya lebih besar.
Sebelumnya, warga sempat bersepakat untuk menebangnya. Alasannya sederhana: kekhawatiran akan keselamatan. Pohon yang tampak mati itu berdiri persis di samping jalan raya dan lapangan. Tuksongo kan desa wisata, ramai selalu. Bayangkan kalau tiba-tiba tumbang, bisa bahaya.
Artikel Terkait
Pemprov Sulsel Godok Mutasi 314 Guru untuk Atasi Ketimpangan Distribusi
Bentrokan di Pemakaman Tolikara Tewaskan Satu Warga, Empat Polisi Terluka
Damkar Makassar Aktifkan Tujuh Posko Siaga Antisipasi Kebakaran dan Kekeringan
Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen